Kab. Bogor

Ade Yasin Berharap Balai Kreasi Ciungwanara Dorong Kabupaten Bogor Ramah Difabel

Ade Yasin

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Bupati Bogor Ade Yasin bersama Menteri Sosial RI meresmikan Balai Kreasi Ciungwanara di Karadenan Cibinong, Sabtu (12/6/2021) sebagai sentra kreasi para difabel. Ade Yasin berharap keberadaan Balai Kreasi Ciungwanara dapat mendorong terwujudnya Kabupaten Bogor ramah penyandang disabilitas.

Ade Yasin menyatakan, kehadiran Balai Kreasi Ciungwanara sebagai sentra kreasi para penyandang disabilitas Kabupaten Bogor, sangat membantu Kabupaten Bogor sehingga memberikan wadah mereka dalam menyalurkan kreatifitas dan karyanya.

“Terima kasih ibu Tri Rismaharini, mudah-mudahan dengan diresmikannya Balai Latihan Ciungwanara ini, akan lebih banyak lagi membantu khususnya masyarakat penyandang disabilitas di Kabupaten Bogor. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Kemensos atas didirikannya sentra kreasi dan atensi Ciungwanara. Semoga dapat memberikan banyak manfaat bagi penyandang disabilitas, penting sekali mengarusutamakan masalah disabilitas. Silakan manfaatkan dengan baik balai ini, semoga bisa mengoptimalkan dalam memberikan dukungan bagi mereka baik materi maupun moril,” ungkap bupati.

Lanjut Ade Yasin menjelaskan, bahwa total penyandang disabilitas di Kabupaten Bogor berdasarkan data BPS adalah sebanyak 7.358 penyandang disabilitas atau 0,14% dari jumlah penduduk Kabupaten Bogor, yang terdiri dari disabilitas anak 1.026 orang, disabilitas fisik 2.219 orang, penyandang disabilitas mental 859 orang, penyandang disabilitas intelektual 1.457 orang dan penyandang disabilitas sensorik 1.797 orang.

Baca juga  Panen Berlimpah di Masa Pandemi, Ade Yasin Terus Semangati Petani

“Saya tertarik terhadap program bantuan motor listrik karena panyandang patah kaki di Kabupaten Bogor juga cukup banyak sehingga bisa digunakan oleh panyandang patah kaki. Mudah-mudahan Kabupaten Bogor bisa menerima bantuan motor listrik ini, karena kegunaanya banyak sekali untuk berdagang keliling dan lainnya,” harapnya.

Menurutnya, sebagai upaya pendampingan kepada keluarga anak berkebutuhan khusus, bantuan kedaruratan, sandang pangan, kesehatan juga dilakukan dengan didirikannya Graha Pancakarsa di Dinas Sosal Kabupaten Bogor. Graha Pancakarsa adalah pelayanan satu pintu khusus masyarakat berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas yang memerlukan bantuan seperti pengurusan BPJS, yang semuanya bisa diurus di satu ruangan, disitu ada disduknya, dinkesnya, dan beberapa dinas terkait dengan masyarakat kebutuhan khusus sehingga mereka tidak harus kemana-kemana tetapi dilayani dalam satu kantor dan bisa mengurus semuanya.

Baca juga  Dibangun di Masa Covid, Bupati Bogor Resmikan Jembatan Cimapag di Tanjungsari

“Kami juga kerjasama dengan perusahaan melalui CSR untuk penyediaan alat bantu, termasuk layanan data dan lainnya,” jelasnya. Ade Yasin menegaskan, dalam rangka memberikan pendidikan yang merata dan universal dan berkualitas melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,  membangun program kelas inklusif di seluruh jenjang Pendidikan, ada 12 Sekolah Luar  Biasa (SLB) dan program inklusif itu sudah masuk dalam RPJMD 2018-2023, hingga di penghujung 2020 sudah ada 91 SD dan 20 SMP yang jadi percontohan sekolah inklusif.

“Target kami untuk sekolah inklusif terakhir di RPJMD adalah 27 sekolah jenjang TK, 135 SD dan  41 sekolah jenjang SMP . Kami juga sediakan program 1.200 beasiswa berprestasi termasuk penyandang disabilitas untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi negeri diseluruh indonesia, dan pendidikan swasta di Kabupaten dan Kota Bogor,” paparnya.

Ade Yasin pun berusaha untuk selalu bisa  melayani penyandang disabilitas di Kabupaten Bogor dengan maksimal. Meski diakui bahwa upaya tersebut belum menunjukan hasil yang maksimal dalam memberikan perlindungan kepada penyandang disabilitas. “Ini merupakan tantangan untuk mewujudkan Kabupaten Bogor yang ramah dari penyandang disabilitas,” tukasnya.

Baca juga  Ade Yasin: Kelola Samisade dengan Baik, Cermat dan Hati-Hati

Sementara itu, Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini mengungkapkan, Sentra Kreasi atau Balai Kreasi Ciungwanara awalnya inisiasi untuk para penerima manfaat seperti Program Keluarga Harapan (PKH) di perjalanan, dirinya melihat banyak saudara kita terutama para penyandang disabilitas yang masih kekurangan.

“Karena negara maju adalah negara yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) bagus, bukan negara dengan kekayaan alam yang banyak. Kita harus cerdas di semua bidang lainnya, meskipun dengan kondisi keterbatasan, tanpa lelah dan putus asa, kami bisa mendorong mereka para penyandang disabilitas survive dan berdaya saing. Mudah-mudahan adanya balai ini bisa membantu dan memberikan kemudahan kepada mereka,” tutup Risma.

Untuk diketahui, dalam kegiatan tersebut, turut hadir juga Ketua Komisi 8 DPRI, Dirjen Rehabilitasi Sosial RI, Staff Khusus Kemensos RI, Pejabat Esselon I dan II Lingkup Kemensos RI, Kadis Sosial Prov Jabar, Balai Besar Danloka, Pimpinan PT Triangel, Kadinsos Kabupaten Bogor, Lurah Karadenan dan lainnya.

[] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top