Kab. Bogor

Badami Ageung, Gus Udin Ajak HIMABO Kontribusi dalam Pembangunan Kabupaten Bogor

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA –  Himpunan Mahasiswa Bogor (HIMABO) Jakarta kembali menggelar Musyawarah Besar atau Badami Ageung tahun kepengurusan 2019-2020 di kawasan Dramaga.

Dalam runutan agenda rutin tahunan itu terselip diskusi hangat tentang ‘Arah Pembangunan Kabupaten Bogor’.

Tim Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar yang hadir sebagai narasumber mengatakan, peran serta dan pemikiran mahasiswa sangat penting dalam mempercepat pembangunan Kabupaten Bogor.

HIMABO, lanjut dia, yang merupakan salah satu organisasi primordial di Jakarta ini sangat penting dalam menjaga soliditas mahasiswa Bogor yang ada di Jakarta.

“Selain itu, saya berharap HIMABO ini bisa memperkuat budaya intelektualitas dalam membangun Kabupaten Bogor,” kata pria yang akrab disapa Gus Udin, Sabtu (12/6/2021).

Baca juga  PCNU Kabupaten Bogor Komit Dukung Pemerintah Tangani Covid-19

Gus Udin mengatakan, dalam bonus demografi ini, pemerintah Kabupaten Bogor sangat membutuhkan pemikiran-pemikiran dan kontribusi langsung dari mahasiswa sebagai masyarakat terdidik.

“Kontribusi yang sangat nyata terhadap kabupaten Bogor setelah nanti mereka mengabdikan diri juga dibutuhkan. Sehingga nanti mereka mampu mendedikasikan waktunya, memberikan kontribusi yang konkret kepada Kabupaten Bogor,” lanjut Gus Udin.

Selain itu, dia juga memberikan wejangan kepada anggota dan pengurus HIMABO untuk tetap menikmati proses dalam berorganisasi. Karena menurutnya, kepemimpinan tidak lahir dari orang-orang yang tidak berproses.

“Sehingga proses ini harus dinikmati. Ada beberapa fase dalam organisasi untuk mencapai kepemimpinan yang baik, salah satunya fase Musta’malah atau fase ‘dipakai’,” jelasnya.

Baca juga  Rapimnas PP IPNU di Cisarua Serukan Waspada Gerakan Radikal

Fase kedua, kata dia, yakni dauroh Mu’tarofah atau fase ‘pengenalan, dimana dalam fase ini orang-orang mulai mengenal personal seseorang dan potensi yang ada dalam orang tersebut.

“Fase ketiga yaitu dauroh mu’tabaroh atau fase pengakuan. Dari potensi-potensi yang dia miliki, nantinya akan menjadi tempat rujukan,” paparnya.

Dauroh terakhir, lanjut Gus Udin, adalah dauroh muhtarom atau fase dihargai/dihormati yang mana di fase ini ini tidak bisa lepas dari diri seseorang tanpa melewati tiga fase sebelumnya.

“Oleh karenanya, ketika kita berproses jangan malas, nikmati prosesnya,” tutupnya. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top