Olahraga

Gila! Manchester City Langgar 114 Kasus, Gelar Juara Liga Inggris Bisa Dicopot

Premier league

BOGOR-KITA.com, MANCHESTER – Jajaran klub Manchester City terjepit. Mereka terbukti melanggar 114 kasus dan 115 tuduhan menyalahi peraturan Liga Primer Inggris sejak 2008 diambil alih oleh Abu Dhabi United Group milik Sheikh Mansour.

Tercatat dengan kekuatan finansial yang besar, The Citizens mampu membeli banyak pemain top dan sejak 2008 mereka sudah memenangkan delapan kali gelar Liga Primer Inggris. Yakni pada musim 2011/2012, 2013/2014, 2017/2018, 2018/2019, 2020/2021, 2021/2022, 2022/2023 dan 2023–2024.

Seperti dikutip Daily-mail, Jumat (25/9/2026), Man-City dinyatakan bersalah oleh komisi independen Liga Primer Inggris atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran finansial Liga Primer Inggris dari musim 2009/2020 sampai 2017/2018.

Kasus ini mencakup rentang waktu dari musim 2009/2010 hingga 2017/2018 dan seterusnya, termasuk ketidakakuratan laporan keuangan serta pembayaran kepada pemain dan pelatih.

Baca juga  Libur Sekolah Bawa Dampak Positif, Pedagang Seragam di Pasar Cisarua Kebanjiran Pembeli

Dengan pelanggaran yang dilakukan tersebut, Man-City terancam hukuman yang paling ekstrem. Yakni, komisi independen merekomendasikan agar Man-City dikeluarkan dari keanggoraan Liga Primer Inggris secara permanan.

Sanksi lainnya yang berpotensi diterima, degradasi secara otomatis ke divisi dibawahnya. The Citizens bisa juga dijatuhi sanksi pengurangan poin yang sangat besar pada musim yang tengah dijalani atau dicicil beberapa musim ke depan.

Man-City dapat dijatuhi hukuman larangan melakukan aktivitas transfer (embargo) untuk beberapa jendela transfer ke depan. Komisi juga memiliki hak untuk membatalkan atau menolak registrasi pemain baru yang coba didaftarkan oleh klub.

Ancaman sanksi tersebut, tentu saja secara otomatis bisa menghancurkan peluang Erling Haaland dan kawan-kawan untuk memenangkan gelar Liga Primer Inggris musim ini.

Baca juga  Rektor Ondokuz Mayis University Samsun Turkiye Kunjungi IPB University

Namun, kasus besar ini belum diputuskan final dan pihak Man-City bisa mengajukan banding atas putusan komisi independen tersebut.

Sejumlah dakwaan tersebut berawal dari penyelidikan menyeluruh selama empat tahun yang dimulai setelah publikasi dokumen bocor oleh media Jerman Der Spiegel pada akhir 2018. Kasus liga itu berfokus pada periode antara 2009 dan 2018, dengan menuduh klub tersebut gagal memberikan informasi keuangan yang akurat serta rincian terkait pembayaran kepada staf dan pemain.

Tentunya kasus ini membuat cemas jajaran klub Man-City dan juga bisa berefek kepada akan munculnya tuntutan dari klub-klub Liga Primer Inggris lainnya yang merasa dirugikan.

“Proses Liga Inggris masih berlangsung, dengan sejumlah elemen penting yang harus diselesaikan dan tunduk pada aturan kerahasiaan yang ketat. Karena itu, posisi Manchester City FC tetap konsisten dengan pernyataan klub pada Februari 2023,” ujar juru bicara Manchester City kepada The Athletic dilansir dari Antara.[] Anto

Baca juga  Lewat Aksi Korvei, Bupati Bogor Pastikan Kesiapan Kabupaten Bogor Sambut Laga Perdana Piala AFF 2026
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top