Kota Bogor

Warga Mulyaharja Antusias Belajar Kelola Sampah, Siap Lanjutkan dengan Teknologi Pirolisis

BOGOR-KITA.com, BOGOR— Kegiatan pendampingan pemilahan dan pengelolaan sampah yang dilaksanakan tim IPB University bersama masyarakat RW 008, Kelurahan Mulyaharja, mendapat respons positif dari warga. Bagi masyarakat, kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (19/9/2026) tersebut tidak hanya menambah pengetahuan mengenai sampah, tetapi juga mendorong munculnya kesadaran dan rasa tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dari rumah masing-masing.

Melalui pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab, masyarakat diajak untuk melihat kembali kebiasaan dalam mengelola sampah rumah tangga. Warga mendapatkan pemahaman bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan atau lingkungan, tetapi perlu dimulai dari setiap rumah melalui kebiasaan sederhana, salah satunya dengan memilah sampah sejak awal.

Dyah, salah satu warga RW 008, mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai bagaimana masyarakat seharusnya memperlakukan sampah yang dihasilkan sehari-hari.

“Menurut saya kegiatan hari ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan. Kita jadi lebih memahami bahwa sampah yang kita hasilkan dari rumah juga merupakan tanggung jawab kita untuk mengelolanya,” ungkap Dyah.

Baca juga  Bebersih di Kampung Pabuaran Mulyaharja, Jadi Agenda Rutin

Menurut Dyah, kegiatan tersebut juga membuat masyarakat semakin memahami bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan apabila dikelola dengan cara yang tepat. Ia pun menyambut antusias rencana kegiatan lanjutan bersama tim IPB University.

“Saya sangat antusias untuk kegiatan selanjutnya, terutama nanti ketika kita bersama-sama belajar melakukan pengolahan sampah menggunakan teknologi pirolisis bersama tim dari Sekolah Vokasi IPB,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Lia Sukmadi, Ketua RW 008 Kelurahan Mulyaharja. Menurutnya, kegiatan pendampingan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pemahaman secara langsung mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah.

Lia menilai bahwa semakin banyak warga yang memahami cara mengelola sampah, semakin besar pula peluang terbentuknya kebiasaan baru di lingkungan RW 008. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada saat pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga  Kekeringan, PDAM Tirta Pakuan Suplai Air ke Mulyaharja

Sementara itu, Siti, warga RW 008 lainnya, juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat karena membuka wawasan mengenai pengelolaan sampah dari sisi yang lebih luas.

Menurut Siti, kegiatan seperti ini membuat masyarakat lebih menyadari bahwa persoalan sampah bermula dari kebiasaan masing-masing rumah tangga. Dengan adanya edukasi dan pendampingan, warga menjadi lebih terdorong untuk memperhatikan sampah yang dihasilkan dan memahami bagaimana sampah tersebut sebaiknya dipilah sebelum dibuang atau diolah lebih lanjut.

Respons positif dari warga menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga mulai membangun kesadaran kolektif di lingkungan masyarakat. Munculnya rasa tanggung jawab terhadap sampah dari masing-masing rumah menjadi salah satu hal penting yang diharapkan dapat terus berkembang selama program pendampingan berlangsung.

Baca juga  Cek Jadwal SIM Keliling Kota Bogor Selasa 11 Juni 2024

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian kepada masyarakat IPB University yang dilaksanakan oleh Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer, Sekolah Vokasi IPB University, di RW 008 Kelurahan Mulyaharja. Program tersebut direncanakan berlangsung selama tiga bulan, mulai September hingga November 2026.

Setelah mendapatkan pemahaman mengenai pemilahan sampah, masyarakat akan diarahkan pada tahapan berikutnya, yaitu praktik pengolahan sampah plastik dengan memanfaatkan teknologi pirolisis berbasis Internet of Things (IoT) yang sebelumnya telah dikembangkan dan diberikan kepada masyarakat RW 008 melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Antusiasme warga terhadap kegiatan lanjutan menjadi modal penting bagi keberlanjutan program. Kolaborasi antara masyarakat dan tim IPB University diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah, dilakukan secara rutin, dan berkembang menjadi gerakan bersama di lingkungan RW 008 Mulyaharja.

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top