Raperda Perparkiran Kota Bogor Dibahas, DPRD Dorong Sistem Parkir Digital
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Penataan sistem perparkiran di Kota Bogor tidak hanya akan menyasar lokasi dan mekanisme pembayaran. DPRD Kota Bogor juga tengah mengkaji pengaturan waktu pemungutan parkir serta peningkatan profesionalitas juru parkir.
Hal tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perparkiran yang dilakukan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Rabu (16/9/2026).
Ketua Bapemperda DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana, mengatakan pengaturan jam parkir perlu disesuaikan dengan aktivitas masyarakat. Sebab, sejumlah pusat keramaian di Kota Bogor justru mengalami peningkatan aktivitas pada malam hari.
“Parkir secara regulasi hanya dipungut pada saat siang hari. Sementara Kota Bogor hidupnya dalam tanda petik itu kan di malam hari,” kata Eka.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dikaji dalam penyusunan regulasi baru. Dengan adanya penyesuaian waktu pemungutan, potensi penerimaan daerah dari sektor parkir diharapkan dapat lebih optimal.
“Pusat-pusat keramaian adanya di Kota Bogor itu justru hidupnya dari habis magrib sampai dengan tengah malam. Ini yang mungkin kita akan coba kaji sehingga Kota Bogor bisa lebih maksimal mendapatkan PAD,” ujarnya.
Selain persoalan waktu, DPRD juga ingin membenahi kualitas pelayanan juru parkir. Mereka nantinya diharapkan tidak hanya bertugas mengatur kendaraan, tetapi juga memahami tata kelola parkir dan memberikan pelayanan yang lebih profesional.
Eka mengatakan pelatihan menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas juru parkir.
“Juru-juru parkir ini lebih ditekankan profesionalismenya, juga diberikan pemahaman tentang menata parkir yang baik. Mereka juga diberikan kesempatan mendapatkan informasi melalui pelatihan,” jelasnya.
Ia menilai keberadaan juru parkir harus ditempatkan sebagai bagian dari sistem pelayanan parkir, bukan sekadar sebagai sumber pendapatan bagi daerah.
“Jadi kita tidak hanya memanfaatkan dalam tanda petik juru parkir sebagai pahlawan PAD, tetapi mereka juga diberdayakan baik secara sumber daya manusia maupun secara tampilan, lebih profesional,” tuturnya.
Sejalan dengan penataan titik parkir, kebutuhan jumlah juru parkir juga akan dihitung kembali. DPRD membuka kemungkinan adanya penambahan personel apabila hasil pemetaan menunjukkan kebutuhan tersebut.
“Dengan potensi yang mungkin kita akan hitung ulang, terus kemudian kemungkinan besar akan kita butuhkan juru parkir,” ucapnya.
Selain itu, DPRD juga mendorong perubahan sistem pembayaran parkir dari tunai menuju digital atau cashless. Sistem tersebut dinilai dapat membuat transaksi lebih mudah tercatat sekaligus meminimalkan potensi kebocoran penerimaan.
“Kami berharap sebetulnya parkir-parkir di Kota Bogor lebih kepada parkir digital. Jadi orang Bogor parkir, tukang parkirnya kayak cashless, sehingga tidak ada kebocoran-kebocoran,” ujarnya.
Eka menegaskan, tujuan utama penataan bukan hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menciptakan kondisi lalu lintas dan ruang publik yang lebih tertib.
“Yang jelas hari ini ada semangat dari kami DPRD Kota Bogor, bagaimana Kota Bogor menata parkir. Kenapa harus ditata? Yang pertama supaya Kota Bogor punya wibawa. Hari ini kan kita lihat sendiri, terutama parkir di badan jalan kan begitu semrawutnya,” ungkapnya.
Menurutnya, aspek kenyamanan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pembenahan sistem perparkiran.
“Kedua juga nyaman, ketiga PAD-nya semakin meningkat. Di sisi lain, kami juga ingin lebih memaksimalkan potensi yang memang hari ini belum tergarap,” katanya.
Eka menambahkan, pembahasan Raperda Penyelenggaraan Perparkiran masih berada pada tahap awal. Karena itu, DPRD mendorong Dishub dan Bappeda Kota Bogor untuk melakukan kajian serta menyusun rencana aksi yang lebih terukur.
“Ini kan baru awal, kajian-kajian awal. Sehingga kita juga dorong kepada Dinas Perhubungan dan Bappeda untuk melakukan rencana aksi, kajian-kajian yang memang kaitan dengan perparkiran,” pungkasnya. [] Ricky
