Kota Bogor

Prodi TPL SV IPB Siapkan Aplikasi AI untuk Deteksi Warna Daun dan Pemupukan Presisi di Mulyaharja

BOGOR-KITA.com, BOGOR –  Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TPL) Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (SV IPB) menyosialisasikan rencana program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) 2026 di Kelompok Tani Dewasa (KTD) Lemah Duhur, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan pengembangan teknologi digital yang akan diterapkan di kawasan agro-eduwisata Mulyaharja. Dalam kegiatan itu, tim PPM Prodi TPL SV IPB memaparkan rencana program sekaligus menjaring masukan dari masyarakat, khususnya petani, mengenai kebutuhan teknologi di lapangan.

Tim PPM juga menyampaikan sejumlah capaian program pengabdian pada tahun-tahun sebelumnya. Pengembangan sebelumnya antara lain mencakup media promosi wisata interaktif berupa website, virtual tour, dan augmented reality (AR).

Baca juga  Tips Mengatur Keuangan Agar Tidak Jebol Saat WFH

Pada program PPM 2026, Prodi TPL SV IPB berencana mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu mendeteksi tingkat warna daun tanaman padi menggunakan Bagan Warna Daun (BWD). Aplikasi tersebut juga direncanakan memiliki fitur rekomendasi pemupukan.

Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Dr. Medhanita Dewi Renanti, S.Kom., M.Kom., mengatakan sosialisasi dilakukan untuk menyelaraskan pengembangan teknologi dengan kebutuhan masyarakat.

“Melalui sosialisasi ini, kami memperkenalkan rencana pengembangan teknologi yang akan kita jalankan bersama di tahun 2026. Kami ingin memastikan bahwa pengembangan aplikasi AI deteksi warna daun dan rekomendasi pemupukan presisi ini benar-benar berangkat dari kebutuhan nyata para petani dan pengelola wisata di Mulyaharja,” kata Medhanita.

Baca juga  Kota Bogor 1 dari 10 Daerah dengan Kenaikan Kasus Tertinggi di Indonesia

Kegiatan diawali dengan pretest bagi peserta untuk mengetahui pemahaman awal mengenai pemanfaatan BWD dan pengelolaan penyakit tanaman. Selanjutnya, peserta mengikuti pemaparan materi dari dua narasumber.

Arif Tirtana, S.P., M.Si., menyampaikan materi mengenai penggunaan Bagan Warna Daun untuk rekomendasi pemupukan pada tanaman padi sawah. Materi tersebut membahas penggunaan BWD sebagai salah satu indikator dalam menentukan kebutuhan pemupukan tanaman padi.

Sementara itu, Iis Purnamawati, S.P., M.Si., menyampaikan materi mengenai hama dan patogen padi. Materi tersebut membahas pengenalan gejala serangan hama dan penyakit serta langkah penanganannya di lapangan.

Kegiatan diikuti tim dosen Prodi TPL, mahasiswa, asisten dosen, serta pengurus dan anggota KTD Lemah Duhur. Penyuluh Pertanian Kelurahan Mulyaharja, Agus Faisal, S.I.Kom., turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca juga  CARE LPPM IPB University dan Pertamina EP Zona 11 Gelar Pelatihan Desa Wisata

Dalam tahap selanjutnya, petani dan mitra di Kelurahan Mulyaharja akan dilibatkan dalam proses pengembangan aplikasi. Keterlibatan tersebut antara lain melalui penyediaan data lapangan, pengujian aplikasi, serta pemberian masukan terhadap hasil pengembangan.

Program PPM 2026 tersebut diharapkan dapat mendukung pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan pertanian di Mulyaharja, sekaligus memperkuat pengembangan kawasan agro-eduwisata yang terintegrasi dengan teknologi.

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top