Kota Bogor

BisKita Koridor 3 dan 4 Siap Diuji Coba Tahun Ini, Operasional 2027

Foto Dok

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan uji coba operasional koridor 3 dan 4 layanan BisKita dapat terlaksana pada 2026, sebelum kedua koridor tersebut mulai beroperasi secara penuh pada awal 2027.

Persiapan terus dimatangkan, termasuk skema pengadaan armada, tarif, hingga integrasi dengan angkutan kota (angkot).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pengembangan layanan BisKita menjadi enam koridor membutuhkan total 68 unit bus. Sementara saat ini armada yang tersedia baru berjumlah 49 unit sehingga masih terdapat kekurangan 19 bus.

“Ya, kami membahas tentang rencana implementasi koridor 3 dan 4. Koridor 3 dan 4 ini tahun ini kami akan matangkan. Karena kebutuhan total bis untuk 6 koridor ini ada di 68 bis,” ujar Dedie, Kamis (9/7/2026).

Baca juga  Pemkot Bogor Buka Sentra Vaksin di 68 Kelurahan, Diutamakan Sasaran 12-17 Tahun, Ini Syaratnya

Menurut Dedie, kekurangan armada tersebut akan dipenuhi melalui skema pengelolaan mandiri untuk dua koridor. Dengan pola tersebut, operasional tidak lagi bergantung pada subsidi pemerintah sehingga diperlukan penyesuaian tarif bagi penumpang.

“Nah, 19 bis ini nanti polanya mungkin akan pola lelang dengan cara dua koridor saja, untuk koridor 1-2 dilaksanakan secara mandiri,” katanya.

Ia menjelaskan, tarif pada koridor yang dikelola secara mandiri diperkirakan berada di kisaran Rp6.000 hingga Rp7.000 per perjalanan. Sementara empat koridor lainnya yang tetap memperoleh subsidi pemerintah direncanakan mempertahankan tarif sekitar Rp4.000.

“Jadi banyak nanti hal-hal yang harus dibahas, karena kalau mandiri kan berarti non-subsidi. Kalau non-subsidi ini pasti ada penyesuaian tarif. Tadi juga kami bahas, kira-kira willingness to pay-nya atau tarifnya masih terjangkau lah, kurang lebih antara Rp6.000 sampai Rp7.000,” paparnya.

Baca juga  Prof Bibin Rubini: Pendidikan Sains Sangat Penting di Abad 21  dan Era New Normal

“Jadi artinya yang mandiri Rp6.000 sampai Rp7.000, kemudian 4 koridor yang lain yang disubsidi itu sekitar Rp4.000. Nah, jadi itu yang kami bahas. Ada hal-hal lain terkait dengan rambu, marka dan lainnya,” tambah Dedie.

Selain pengadaan armada dan skema tarif, Pemkot Bogor juga mempersiapkan penataan jaringan angkot agar dapat berfungsi sebagai layanan pengumpan (feeder) bagi seluruh koridor BisKita. Penyesuaian trayek atau rerouting angkot menjadi salah satu fokus agar proses reduksi angkot berjalan sesuai ketentuan.

“Feeder angkot tentunya untuk 6 koridor dan ada rerouting juga. Kami akan usahakan uji coba koridor 3 dan 4 di tahun ini. Nanti kami cari polanya seperti apa. Tetapi tentu kan ada kaitan dengan penganggaran subsidi yang pastinya di awal tahun 2027,” jelasnya.

Baca juga  Bima Minta Jajaran Pemkot untuk Konsolidasi Lapangan dan Akselerasi Administrasi

Dedie juga menekankan pentingnya kesinambungan layanan BisKita saat memasuki tahun anggaran baru. Ia berharap proses lelang dapat dilakukan pada akhir 2026 sehingga operasional tidak lagi mengalami masa jeda akibat transisi anggaran.

“Jadi, tidak ada jeda. Jadi yang kalau sebelum-sebelumnya kan selalu ada masa transisi anggaran. Harapannya tentu kalau memungkinkan tidak ada jeda. Jadi lelang bisa dilakukan di akhir tahun 2026. Jadi nanti per 1 Januari 2027 tetap BisKita ini bisa jalan,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top