Kota Bogor

Gelar Festival Kecamatan Tangguh Bencana, Kecamatan Bogor Utara Edukasi Kebencanaan Kepada Warga

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Kecamatan Bogor Utara menggelar Festival Kecamatan Tangguh Bencana di Lapangan Kolam Retensi Rusunawa, Kelurahan Tanah Baru, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi sarana edukasi masyarakat mengenai kesiapsiagaan dan mitigasi bencana melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk BPBD Kota Bogor, Dinas Pemadam Kebakaran, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dan Pramuka.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan festival ini merupakan tindak lanjut dari pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) di seluruh kelurahan di Kecamatan Bogor Utara yang telah dideklarasikan beberapa pekan lalu.

“Setiap kelurahan di Kecamatan Bogor Utara sudah dibentuk Kelurahan Tangguh Bencana dan hari ini seremonialnya lebih dimeriahkan dengan melibatkan langsung masyarakat,” ujar Jenal.

Selain edukasi kebencanaan, festival juga diisi berbagai kegiatan sosial dan kesehatan, seperti senam sehat dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga. Menurut Jenal, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bogor menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat dalam peringatan HJB tahun ini.

Baca juga  Pemkot akan Bangun Fasilitas Olahraga di Setiap Kecamatan

Tidak hanya itu, kata Jenal festival ini juga menghadirkan pelatihan otomotif bagi para pemuda melalui kerja sama dengan Yamaha. Ia menilai keterlibatan sektor swasta sangat penting dalam membantu mengurangi angka pengangguran di Kota Bogor.

“Besok akan hadir pemuda dari setiap kelurahan di Kecamatan Bogor Utara untuk mengikuti pelatihan mekanik. Bahkan Yamaha menawarkan program lanjutan selama empat setengah bulan secara gratis hingga peserta siap bekerja dan diterima di bengkel, termasuk peluang direkrut langsung oleh Yamaha,” jelasnya.

Ia mengatakan, Pemkot Bogor juga berencana melanjutkan kolaborasi dengan Yamaha melalui program pelayanan masyarakat yang akan digelar di Balai Kota pada akhir Juni mendatang, seperti servis kendaraan gratis, penggantian oli gratis bagi pengemudi ojek online, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pelatihan otomotif bagi masyarakat.

Baca juga  Pemkot Bogor Tertibkan Ratusan PKL Cifor

Sementara itu, Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah, menjelaskan bahwa Festival Kecamatan Tangguh Bencana merupakan implementasi dari komitmen enam kecamatan di Kota Bogor yang telah mendeklarasikan diri sebagai Kecamatan Tangguh Bencana pada 30 April 2026.

Menurutnya, edukasi kebencanaan menjadi hal penting karena penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Kami ingin masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran, pohon tumbang, banjir, maupun bencana lainnya. Karena itu kami menghadirkan berbagai unsur untuk memberikan edukasi secara langsung kepada warga,” katanya.

Selain edukasi bagi orang dewasa, panitia juga menyiapkan kegiatan bagi anak-anak untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya melalui kegiatan membersihkan sampah di area kolam retensi menggunakan perahu karet.

Festival ini juga menghadirkan kegiatan mancing gratis dengan penyebaran satu kuintal ikan bagi masyarakat pada hari kedua, serta pelatihan otomotif bagi pemuda yang memiliki minat di bidang kendaraan roda dua.

Baca juga  Pilpres di Bogor: Prabowo-Sandi Menang di Seluruh Kecamatan

Di lokasi yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, menyebut festival ini menjadi bukti keseriusan Kecamatan Bogor Utara dalam mengimplementasikan komitmen pasca deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana.

“Ini merupakan wujud akselerasi aktif setelah deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana. Tujuannya mempersiapkan masyarakat agar lebih siap siaga dan memperkuat upaya mitigasi, termasuk melalui kegiatan peduli lingkungan dan penanaman pohon,” ucapnya.

Dimas juga menyoroti kondisi kawasan perbatasan Kedunghalang dan Cibuluh yang kerap terdampak genangan saat hujan deras. Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi struktural secara bertahap untuk mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.

“Harapannya ke depan banjir di kawasan ini tidak lagi menjadi momok bagi masyarakat. Namun yang paling penting saat ini adalah bagaimana masyarakat menjadi lebih tangguh, lebih siap siaga, dan lebih peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top