900 Ribu Pengguna, Bogor Patut Ditetapkan Darurat Narkoba

BOGOR-KITA.com – Bogor patut ditetapkan sebagai daerah darurat narkoba. Betapa tidak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor mencatat ada kurang lebih 900 ribu orang di Bogor yang menyalahgunakan narkoba.

“Jumlah ini termasuk Kota Bogor dan Kabupaten Bogor yang didominasi pekerja, pelajar dan warga kelas menengah ke bawah,” ujar Kepala BNN Kabupaten Bogor, Nugraha Setya Budi seusai Sosialisasi P4GN di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jalan. Ir. Juanda, Kota Bogor, Rabu (5/12/2018).

Penduduk Kota dan Kabupaten Bogor mencapai sekitar 7 juta orang, termasuk anak balita dan lanjut usia yang pasti tidak menggunakan narkoba. Ini berarti sekitar 15 persen penduduk Kota dan  Kabupaten Bogor adalah pengguna narkoba. Presetasinya makin tinggi apabila dibatasi pada penduduk usia produktif.

Dengan jumlah sebanyak itu, lanjut Nugraha, membuat Bogor berada di urutan nomor dua dalam hal peredaran narkoba tertinggi se-Provinsi Jawa Barat setelah Kota Bandung. Sementara Provinsi Jawa Barat berada di urutan kelima tertinggi se-Indonesia.

BNN Kabupaten Bogor terus berupaya menurunkan angka tersebut dengan berbagai upaya. Mulai dari program pencegahan, pemberantasan hingga pemulihan.

“Salah satunya dengan menekan para pengguna maka akan otomatis bisa menekan dan mengurangi penyuplaian narkoba. Menekan pengguna dengan mempermudah proses pemulihan. Bagi warga yang terkena penyalahgunaan narkoba bisa dibawa ke puskesmas yang bekerja sama dengan BNN dan akan diobati secara gratis,” jelasnya.

Ketua BNK Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, sosialisasi ini merupakan salah satu program kerja BNK Kota Bogor untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya tiga pilar (Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah dan Puskesmas) akan bahaya narkoba yang terus menjadi ancaman nyata bagi generasi saat ini. Mengingat dari data yang ada, penyalahgunaan narkoba di Kota Bogor banyak terjadi pada pelajar.

“Ini fakta yang menyedihkan dan seharusnya menyadarkan kita semua untuk melangkah bersama dan bergandengan tangan memberantas narkoba terutama peran orangtua sangat diperlukan dalam menjaga anak-anaknya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Instalasi Pemulihan Ketergantungan NAPZA RSMM, Ai Sri Kartika mengatakan, dari tahun ke tahun masalah narkoba selalu ada. Hanya saja yang menjadi permasalahannya perkembangan dari barang haram tersebut semakin banyak dengan mencampurkan berbagai zat-zat baru atau jenis-jenis obat yang disalahgunakan. Seperti yang baru-baru ini marak, yakni adanya narkoba jenis gorila dan flaka. Bahkan, ada pula yang menyalahgunakan pemakaian obat sakit kepala hingga akhirnya overdosis.

“Semua penyalahgunaan obat-obatan berbahaya dan beresiko pada kematian. Kami di RSMM setiap tahunnya menangani hampir 50 pasien penyalahgunaan narkoba baik ganja, sabu, heroin dan obat-obatan yang disalahgunakan,” pungkasnya. Admin/Humpro Kota Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *