Mardiyanto tinjau lahan bakal tempat warga terdampak double track Bogor Sukabumi

70 Keluarga Terdampak Double Track Bakal Tempati Lahan di Bojongkerta

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Warga Batutulis yang terdampak pembangunan rel ganda (double track) Bogor-Sukabumi bakal pindah ke lahan seluas 5.000 meter di Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Lahan tersebut dibeli warga untuk dijadikan perkampungan baru.

Hal itu pun mendapat perhatian anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardiyanto.

Mardiyanto menyebut ada 4 poin yang menjadi catatan untuk pemukiman warga di Bojongkerta ini, di antaranya infrastruktur jalan, penerangan jalan umum (PJU), saluran drainase dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau saluran septic tank komunal.

“Jadi ini adalah lahan relokasi mandiri yang akan ditempati oleh warga RW 07, Kelurahan Batutulis. Sebelumnya sudah ada informasi ke saya bahwa mereka akan pindah ke lokasi ini dan sudah ada pembicaraan dengan pemilik lahan terkait harga kemudian negosiasi pembayaran dan lain sebagainya,” ucap Mardiyanto usai meninjau lokasi bersama Lurah Bojongkerta  Sunandar, Selasa (22/9/2020).

Dengan pindahnya ke lokasi yang baru ini, lanjut Mardiyanto, nantinya di lokasi ini akan mengubah tatanan baru, baik dari sisi ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya. Untuk itu, pihaknya akan mencoba memberi edukasi kepada mereka tentang bagaimana caranya menggunakan atau memanfaatkan lahan di sekitar ini untuk menjadi ekonomi kreatif dan mandiri.

Baca juga  14 IKM Kota Bogor Tampil di Inacraft 2019

“Jadi tidak menggantungkan kehidupan di kota, karena di sini masih banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan justru bisa produksi, kemudian bisa kita suplai ke perkotaan, atau bahkan ke daerah sekitarnya,” katanya.

Sementara itu, Lurah Bojongkerta Sunandar menuturkan, lahan seluas 5.000 meter itu merupakan lahan perkebunan milik pribadi masyarakat Bojongkerta yang ditawarkan kepada masyarakat yang terkena dampak double track, sehingga nantinya lahan tersebut akan ditempati  sebanyak kurang lebih 70 kepala keluarga (KK).

“Kalau untuk akses jalan memang sudah ada, tapi perlu ada perbaikan seperti pengaspalan, karena kondisi jalan yang ada sekarang itu kurang layak atau masih banyak bebatuan dan licin,” tandasnya. [] Ricky



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *