Sebanyak 14 Industri Kecil dan Menengah (IKM) terbaik Kota Bogor ambil bagian dalam event International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2019 di Hall Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, 24-28 April 2019.

14 IKM Kota Bogor Ikut International Handicraft Trade Fair di JCC

BOGOR-KITA.com – Sebanyak 14 Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Bogor ambil bagian dalam event International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2019 di Hall Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, 24-28 April 2019.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Ganjar Gunawan, mengatakan, Inacraft merupakan event rutin tahunan yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia setiap tahun yang diikuti produk-produk unggulan dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri.

“Pandangan kami inacraft adalah event yang sangat bagus dan strategis karena menjadi kesempatan bagi produk unggulan Kota Bogor untuk mempromosikan produknya agar lebih dikenal, tidak hanya di tataran lokal tapi juga Nusantara bahkan dunia internasional,” ujar Ganjar saat ditemui di Kantornya Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (23/4/2019).

Event Inacraft 2019 ini kata Ganjar melibatkan para stakeholder dan buyer potensial, untuk itu diharapkan para IKM Kota Bogor mampu mengembangkan dan meningkatkan mutu serta kualitas produknya sehingga meningkatkan nilai jual produknya.

Sejak 2004, Disperindag Kota Bogor selalu aktif terlibat dalam event inacraft berpartisipasi sebagai peserta. Khusus tahun 2019, Disperindag bersama Dekranasda Kota Bogor selaku koordinator IKM Kota Bogor akan menampilkan produk-produk unggulan Kota Bogor yang lebih baik dari penyelenggaraan Inacraft sebelumnya. Untuk itu produk unggulan Kota Bogor yang akan menjadi peserta Inacraft 2019 sebelumnya telah mengikuti seleksi melalui program naik kelas yang dilaksanakan konsultan Next Step bekerja sama dengan Rumah Kreatif BUMN (RKB) Bank Mandiri.

“Tahun ini difasilitasi BUMN Bank Mandiri bekerja sama dengan Konsultan Next Step, produk unggulan IKM Kota Bogor mendapatkan program naik kelas sehingga mereka mendapatkan tambahan ilmu dan wawasan dalam menampilkan suatu produk agar lebih memiliki nilai jual,” kata Ganjar.

Kemitraan atau kerja sama dengan Bank Mandiri dalam bentuk pelatihan bagi para IKM, merupakan kerja sama antara Dekranasda dengan Bank Mandiri. Selaku dinas terkait, Disperindag Kota Bogor, lanjut Ganjar, memberikan dukungan secara penuh atas kemitraan yang ada, di samping itu Disperindag berharap kemitraan yang ada tidak hanya dengan Bank Mandiri tetapi juga pihak lainnya

Dari 14 IKM tersebut akan dibagi menjadi beberapa cluster, diantaranya Home decor, craft dan kerajinan daur ulang. Beberapa diantaranya Mones plus dengan produk bantal leher dan tas belanja, Kresna produknya tas dan dompet dari rotan, Bogor worldCraft, Maicih, Talita Art, Tyas Decoration, Kujang Pajajaran, Minara World Craft dan yang lainnya.

Awalnya ada 22 IKM Kota Bogor yang mengikuti program naik kelas, setelah diseleksi dan disepakati, dipilihlah 14 IKM. Kekurang mampuan menjadi kendala bagi sebagian IKM tidak ambil bagian. Diluar jumlah tersebut, ada IKM Kota Bogor lainnya yang berpartisipasi secara mandiri mengikuti Inacraft 2019 di Jakarta. Diantaranya, Salam Rancage produksi daur ulang koran, Lesung Keramik, Zola Rider produksi tas kulit, Ramiza aksesoris, Lovely Doll dan yang lainnya.

“Manfaat yang  cukup signifikan bagi perkembangan dan penjualan produknya menjadi salah satu alasan bagi IKM yang ikut secara mandiri,” jelasnya.

Berdasarkan data Dekranasda Kota Bogor, secara keseluruhan IKM Kota Bogor yang aktif berjumlah 71 IKM. Selain Inacraft, event lain yang bisa diikuti IKM Kota Bogor adalah APEKSI, Trade Expo Indonesia (TEI), Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) khusus untuk produk kuliner dan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB).

“Semoga seluruh warga Kota Bogor memberikan dukungan, dikunjungi dan event ini dijadikan sebagai sarana informasi tentang produk-produk unggulan dari Kota Bogor maupun dari seluruh Indonesia,” kata Ganjar.

Ketua Dekranasda Kota Bogor, Yane Ardian menyampaikan apresiasi dengan menyebutkan IKM yang menjadi peserta merupakan pengrajin terpilih yang sudah dilatih program naik kelas. menurut Yane, ini menjadi kesempatan bagi IKM Kota Bogor untuk menampilkan produk terbaiknya.

“Diharapkan nanti mereka dapat menjalin kesinambungan dengan para konsumen. Sebab Inacraft bukan hanya ajang jualan semata melainkan juga ajang promosi dan mengenalkan produknya kepada masyarakat.

Yane menambahkan, seluruh IKM Kota Bogor akan mengikuti program naik kelas secara bertahap agar efektif. Pada tahun 2018 ada 20 IKM, tahun 2019 ada 20 IKM dan seterusnya hingga nanti selesai masa jabatan dirinya sebagai Ketua Dekranasda Kota Bogor.  

“Dengan program naik kelas mudah-mudahan 100 IKM lebih yang dibina Dekranasda Kota Bogor bisa naik kelas dan semua IKM Kota Bogor diharapkan telah mengikuti program naik kelas ini,” ujarnya. [] Admin/Humas Pemkot Bogor

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *