Bima Arya menghadiri acara Tasyakuran Milad 25 Tahun Yayasan Bina Bangsa Sejahtera (BBS) Bogor di Kampus Pendidikan Bina Bangsa Sejahtera, Jalan Dramaga, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (22/9/2018),

Ini Cerita Bima Soal Anak-Anak Lombok yang Mengagumkan

BOGOR-KITA.com – Saat menghadiri acara Tasyakuran Milad 25 Tahun Yayasan Bina Bangsa Sejahtera (BBS) Bogor di Kampus Pendidikan Bina Bangsa Sejahtera, Jalan Dramaga, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (22/09/2018), Wali Kota Bogor Bima Arya berbagi pengalaman saat dirinya memimpin rombongan ke lokasi gempa di Lombok dua pekan lalu.

Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor Bima menyerahkan bantuan dari warga dan pelajar yang jumlahnya mencapai Rp 500 juta lebih.

“Sebelum berangkat ke Lombok dalam bayangan saya akan berhadapan dengan warga yang penuh duka, anak-anak penuh lara dan orang-orang perlu diberikan motivasi. Namun saat tiba, di setiap titik pengungsian yang saya kunjungi, saya merasakan suasana yang menakjubkan, setidaknya menurut saya,” kata Bima.

Saat di Lombok Bima mengatakan bertemu anak-anak para korban gempa Lombok. Saat ditanya terkait cita-citanya, anak-anak di sana menjawan dengan nada bersemangat, bukan dengan nama memelas.

“Alhamdulillah saat ditanya apa cita-cita kalian saat besar nanti, ada yang menjawab jadi hafidz qur’an, ustadz, kyai. Tidak ada jawab ingin jadi walikota. Saya sempat bertanya langsung dengan salah satu anak, kenapa ingin jadi hafidz qur’an, jawaban mereka, karena ingin masuk surga. Mereka enggak ingin menjadi walikota, bupati, gubernur maupun polisi. Itu jawaban dari anak kelas 3 SD, bahkan saat mau pulang mereka meminta saya untuk sholat maghrib berjamaah dan mengaji,” kata Bima.

Bima mengaku kagum dengan karakter mereka yang menurut gubernur terpilih memang seperti itu karakter anak-anak yang berada di dusun-dusun. Semuanya bercita-cita ingin menjadi hafidz qur’an, ustadz, guru ngaji dan kyai. Tidak ada yang bercita-cita ingin menjadi birokrat.

Anak-anak di Lombok kata Bima lagi, sudah memiliki role model. Ada keteladanan yang ditularkan secara turun temurun di Lombok dan sangat kuat sekali.

”Apa yang kita ajarkan pada anak kita, akan diajarkan juga pada cucu kita. Jadi seperti keteladanan dari masa ke masa. Dinu kiwari ngancik nu bihari seja ayeuna sampeureun jaga. Apa yang dinikmati hari ini adalah warisan nenek moyang kita, apa yang kita lakukan hari ini akan dinikmati anak cucu kita nanti. Kebaikan yang mengalir dari masa ke masa,” tegas Bima.

Dalam acara tersebut turut hadir Ustadz Taufiqurrahman atau dikenal Ustadz Pantun yang menyampaikan tausyiah dan doa.

Dalam Tasyakuran Milad 25 Tahun Yayasan Bina Bangsa Sejahtera (BBS) Bogor, para siswa menunjukan kebolehannya dan tidak ketinggalan dibuka stand-stand yang menampilkan ekstrakulikuler yang ada di Yayasan BBS mulai TK, SD, SMP dan SMA. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *