Walikota Bogor Bima Arya memberikan penegasan tentang angkot modern yang harus tetap jalan, , Senin (5/11/2018).

Tutup Tahun, Walikota Bogor Lari Bareng Lintas Komunitas

BOGOR-KITA.com – Walikota Bogor Bima Arya mengikuti kegiatan lari bersama sejumlah komunitas di Balaikota Bogor, Sabtu (29/12/2018) pagi. Dalam aktivitas yang digelar menjelang tutup tahun 2018 itu juga diisi coaching clinic seputar marathon dari pemateri yang juga Pelatih Pelatnas Asian Games, Agung ‘Gantar’ Mulyawan.

Peserta yang terdiri dari berbagai komunitas lari di kota hujan  dan sekitarnya itu, melakukan lari jarak pendek 5 kilometer dengan mengitari jalur SSA Kebun Raya Bogor.

Tampak dalam barisan komunitas F1 Runners, Bogor Runners, Run For Indonesia (RFI) Bogor, Bukit Golf Runners, IPB Runners, Kawan Lari Bogor, Fakerunners Bogor, Bogor Buncit Runners, Chibi Runners dan lain sebagainya.

Di sela acara, Bima Arya juga sempat melepas empat pelari, yakni Gatot Sudariyono (57), Adel Johan (57), Suparmin (37) dan Cokro Sumarno (47). Mereka sedang melakukan kampanye Anti-Narkoba kepada generasi muda. Mereka akan merampungkan misinya dengan menaklulan rute Bali-Jakarta (GWK to GBK) sekitar 1.500 kilometer.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Walikota Bogor. Saya mewakili para pelari hari ini sungguh terharu, bangga. Karena dalam hitungan kurang dari 24 jam Pak Wali sudah memberi semangat dan energi lagi kepada kami yang sudah menempuh hari ke-29. Semoga hari ini akan menjadi hari yang indah bagi kita untuk dikenang. Bahwa kita pernah sama-sama melakukan berlari untuk sebuah kampanye anti-narkoba,” ungkap Gatot.

Setiap harinya Gatot dan kawan-kawan berlari sejauh 50 kilometer. Hari ini, Sabtu (29/12/2018), merupakan hari ke-29 dari rencana 30 hari yang akan dirampungkan. Memulai start dari Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali, mereka dijadwalkan finish pada Minggu (30/12/2018) di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Silaturahmi Komunitas

Bima Arya menyebut, agenda lari akhir tahun ini digagas karena komunitas lari di Kota Bogor semakin tumbuh. Oleh karena itu perlu dibuatkan agenda rutin yang bisa dijadikan sebagai ajang silaturahmi antar komunitas seperti ini.

“Semakin banyak komunitas lari, kita ingin di Bogor ini semakin kompak dan semakin solid. Jangan sampai komunitas itu sendiri-sendiri. Jadi, ada kalanya kita lari bersama-sama. Ada kalanya nanti semua baju komunitas kita tanggalkan, semua pake satu baju komunitas bersama di Bogor,” terang Bima.

Sementara untuk coaching clinic, kata Bima, merupakan suatu hal yang tak kalah penting untuk diberikan edukasi kepada pelari mengenai cara berlari, persiapan dan lain sebagainya.

“Kita sering dengar banyak peristiwa yang meninggal, cedera berat dan sebagainya saat mengikuti lari marathon. Kita tidak mau banyak yang ikut lari tapi ga tau caranya lari. Kita lihat dari hari ke hari di Bogor ini makin banyak komunitas runners. Tapi kita ingin semua paham cara lari yang baik dan benar maka dari itu kita datangkan coach Agung Gantar yang sangat berpengalaman,” pungkasnya. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *