Kab. Bogor

Warga Desa Cipayung Demo Kantor PT Brantas Abipraya Proyek Bendungan Ciawi

BOGOR-KITA.com, MEGAMENDUNG – Puluhan Warga Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, datangi kantor pelaksana proyek Bendungan Ciawi.

Kedatangan puluhan warga Cipayung itu menuntut PT Brantas Abipraya untuk bertanggung jawab atas kerusakan serta tergerusnya lahan pertanian warga yang ada di wilayah Kampung Cipayung Kidul RT 01 RW 01.

Kepala Dusun Desa Cipayung Robi mengatakan, ada 8 lahan tanah warga yang terdampak pengerukan material secara berlebihan membuat tergerus ketika aliran Sungai Ciliwung meluap. Selain itu bahkan pohon kelapa dan bambu yang berada di bibir sungai pun ikut terbawa longsor.

“Jadi akibat pengerukan batu dan pasir di sungai itu membuat lahan kami sedikit demi sedikit hilang tergerus,” ujar Kadus Cipayung Robi.

Lanjut Robi, pemilik lahan lainnya mengaku sejak adanya aktivitas pengerukan material seperti batu dan kerikil menyebabkan terjadinya perubahan pola aliran air sungai. Jika tidak segera ditangani ia khawatir lahan yang dia miliki semuanya akan habis tergerus air.

Baca juga  Putusan PKPU Sentul City Berakhir Damai, Kreditur Setujui Restrukturisasi Utang

“Kalau hujan itu aliran sungai meluap jadi ke lahan kami. Sebab aliran sungai itu dikeruk, batunya itu diambilin buat bangun pondasi bendungan,” ucapnya.

Puluhan warga yang mendatangi proyek kantor PT Brantas Abibraya itu mengaku tidak mempermasalahkan bahkan mendukung pembangunan Bendungan Ciawi ini. Namun mereka menyayangkan sikap dari pihak kontraktor yang terkesan menutup diri. Bahkan dari awal pembangunan bendungan itu berjalan tidak pernah mendengarkan keluhan warga.

“Saya dan beberapa orang lainnya sempat menyampaikan beberapa keluhan lewat WhatsApp ke Humas PT Brantas, tapi ga pernah dibalas, tidak ditanggapi,” terang Kepala Dusun, Robi, kepada perwakilan PT Brantas Abipraya saat pertemuan antara kedua pihak.

Kepala Desa Cipayung, Cacuh Budiawan menambahkan, aksi geruduk warga Cipayung ke kantor PT Brantas Abipraya terpaksa dilakukan dengan alasan beberapa keluhan warga tersebut tak pernah direspon oleh pihak kontraktor plat merah ini.

Baca juga  Camat Rumpin Siap Bantu Kembangkan Budikdamber

“Iya ada 8 pemilik yang lahannya rusak dan hilang tergerus air, mereka menyampaikan keluhannya itu akibat penambangan material untuk kebutuhan membangun bendungan ini. Nambangnya itu di wilayah RW 01,” ungkapnya.

Dengan adanya aktivitas penambangan ini sehingga terjadi perubahan pola aliran air sungai. “Nah alhasil ketika sungai meluap arus yang cukup kuat menghantam lahan milik warga, Akibat perubahan aliran ini jadi setiap air sungai meluap itu menggerus sawah,” ujarnya.

Tak hanya itu warga juga mempertanyakan dana kompensasi dampak lingkungan yang sampai saat ini belum diselesaikan sepenuhnya.

“Hampir satu tahun dana kompensasi belum direalisasikan sepenuhnya. Kesepakatannya mau ngasih Rp 550 juta dan itu digunakan buat beli tanah untuk fasilitas umum dan bangun 2 masjid di lokasi berbeda,” bebernya.

Namun proyek bendungan kini sudah mendekati rampung sisa kompensasi sebesar Rp 375 juta belum juga diterima oleh warga.

“Yang satu sisa Rp 100 juta dan satu lagi belum dilunasi Rp 275 juta. Uang ini digunakan kepentingan warga di RT 01 RT02,” ungkapnya

Baca juga  Dirut Haris Pastikan Pasar Ciawi Bebas Telur Infertil

Sementara, Humas PT Brantas Abipraya, Anton berjanji akan membangun turap agar lahan sawah milik warga tidak tergerus aliran sungai. Namun ia belum bisa memastikan kapan dimulai dan selesainya pengerjaan turap tersebut.

“Karena cuaca sekarang ini tidak bisa dipastikan. Kalau saya bilang seminggu, tapi ternyata cuacanya tidak bagus, mundur lagi dong. Kami tidak mau ngorbanin operator,” ujar Anton.

Ia mengaku sudah meninjau lokasi lahan milik warga yang tergerus akibat dampak penambangan material oleh pihak PT Brantas tersebut. Menurut dia longsoran itu disebabkan lantaran antara lahan warga dengan lokasi proyek galian itu jaraknya berdekatan.

“Intinya kita akan selesaikan kalau untuk kompensasi bukan urusan saya. Saya ga bisa jawab, tapi nanti akan saya sampaikan terkait hal ini ke divisi lain,” tandasnya. [] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top