Kota Bogor

Warga Cimanggu Pertanyakan Kenaikan Desil, Khawatir Kehilangan Akses Bansos

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Puluhan warga di Cimanggu Gang Pesantren, RT 01/RW 07, Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, mendatangi kediaman Ketua RW untuk meminta penjelasan terkait perubahan status desil dalam data kesejahteraan sosial.

Mereka mengaku khawatir perubahan tersebut akan berdampak pada penerimaan bantuan sosial (bansos).

Sejumlah warga menyebut status desil mereka berubah dari kategori 1 hingga 4 menjadi desil 5 sampai 10. Perubahan itu memunculkan keresahan karena dinilai tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebagian masyarakat yang masih tergolong rentan.

Salah seorang warga, Indriani, mengatakan perubahan status itu dialami banyak warga di lingkungannya. Menurutnya, hampir separuh penerima bantuan sebelumnya kini tercatat pada desil yang lebih tinggi.

Baca juga  Lahan Eks PKL di Jalan Dr. Semeru Ditanami Pucuk Merah

“Di sini hampir 50 persen warga yang tadinya menerima bantuan dari pemerintah kini berubah desil. Yang sebelumnya desil 1, 2, 3, dan 4 sekarang menjadi desil 5 sampai 10,” ujarnya, Kamis (23/7/2026)

Ia menilai masih banyak warga yang layak menerima bantuan, seperti janda lanjut usia tanpa penghasilan tetap maupun keluarga yang masih tinggal di rumah kontrakan dengan penghasilan minim.

Indriani juga mempertanyakan proses pendataan yang dilakukan petugas. Menurutnya, beberapa pertanyaan yang diajukan saat pendataan dinilai terlalu rinci hingga menyentuh kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Pertanyaannya sangat sensitif. Sampai sabun mandi saja ditanyakan mereknya,” katanya.

Selain itu, ia mengaku bingung karena menemukan adanya perbedaan hasil pendataan di lapangan. Menurutnya, ada warga yang masih memiliki pekerjaan tetap tetapi tetap berada di desil rendah, sementara warga lain justru mengalami kenaikan desil.

Baca juga  Badan POM Nilai Obat di Cimanggu, Kategori Berbahaya

Keluhan serupa disampaikan Yuningsih, warga RT 03 di wilayah yang sama. Ia mengaku terkejut setelah mengetahui statusnya berubah menjadi desil 6, padahal sebelumnya merupakan penerima bantuan pemerintah.

“Saya dulu dapat bantuan dari pemerintah. Sekarang ketika dicek, kok malah menjadi desil 6 per 10. Yang saya pertanyakan, saya juga tidak didatangi petugas sensus,” ungkapnya.

Yuningsih mengatakan kondisi keluarganya belum banyak berubah. Ia dan suaminya masih tinggal di rumah kontrakan, sementara suaminya bekerja serabutan dan dirinya belum memiliki pekerjaan tetap.

“Bantuan itu sangat berarti bagi saya yang membutuhkan, apalagi untuk kebutuhan anak sekolah,” tuturnya.

Menanggapi aspirasi warga, Camat Tanah Sareal Rokib menjelaskan bahwa perubahan desil tidak terlepas dari proses pendataan sosial ekonomi yang dilakukan secara nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca juga  PDAM Tirta Pakuan Kebut Pemasangan Pipa Cimanggu

“Memang sedikit banyak sensus ekonomi ini akan berdampak kepada desil. Informasinya dari Dinas Sosial nanti akan ada verifikasi ulang, terutama bagi warga yang mengalami kenaikan desil dan terdampak akibat pendataan ekonomi saat ini,” kata Rokib.

Menurutnya, pemerintah akan melakukan verifikasi terhadap data warga yang mengalami perubahan status guna memastikan hasil pendataan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top