Perlintasan Kereta Api di Bjonggede, Kabupaten Bogor tanpa pintu.

Warga Bojonggede Minta Pintu Perlintasan Kereta Api

BOGOR-KITA.com, BOJONGGEDE – Warga di sekitar perlintasan kereta api (KA) di kawasan Bogor, khususnya sepanjang Kota Bogor hingga Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor mengaku, sudah lama meminta dibuatkan pintu perlintasan KA, namun hingga kini belum ditanggapi oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero.

“Kalau sudah kejadian seperti orang atau kendaraan tertabrak mau bilang apa. Di sinikan ramai kendaraan yang lewat, tapi mereka bilang belum ada uangnya. Saya meminta mereka (PT KAI-red) buatkan pintu perlintasan di sini,” ujar Romlah (50), warga Kampung Petahunan, RT 01/10 Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, belum lama ini.

Dikatakannya, warga sebetulnya sudah meminta palang perlintasan KA sejak beberapa tahun yang lalu. “Sudah diusulkan, tapi belum ada hingga kini. Sekarang paling hanya dijaga beberapa pemuda saja. Itu juga bergantung dari sinyal yang ada,” tambah Romlah.

Hal senada dituturkan Sobari (46), yang mengatakan, tidak adanya palang perlintasan sangat membahayakan. Karena itu, ia meminta kepada PT KAI selaku dinas yang memiliki kewenangan dalam hal ini untuk segera membangun palang perlintasan yang representatif.

“Kalau bisa pengamanan bagi warga, terutama pengguna kendaraan lebih ditingkatkan dengan pemasangan palang perlintasan yang memadai,” tutur Sobari.

Pantauan BOGOR0-KITA.com di lapangan, setiap kali kereta melintas, sejumlah pemuda dengan sukarela membantu warga mengatur arus lalu lintas.

“Kami inisiatif saja, tak semua pengendara ngasih, kalau ada yang memberi paling seribu atau lima ratus rupiah. Saya tidak setiap hari, gantian dengan yang lain. Kalau lagi nggak tugas saya jadi supir tembak,” tutur Kipli (20). [] Fauzan



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *