Kota Bogor

Wakapolda Jabar: Kota Bogor Zona Merah Karena Skor Rendah 5 Indikator

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Tiga hari sudah Wakapolda Jabar Brigjen Pol Eddy Sumitro Tambunan berada di Kota Bogor. Status Kota Bogor yang kembali menjadi zona merah covid-19 menjadi perhatian Wakapolda.

“Sedikitnya ada 14 indikator dari Kemenkes yang menentukan Zona Merah, lima di antaranya Kota Bogor memiliki skor rendah. Sebut saja penurunan jumlah meninggal, peningkatan jumlah yang sembuh, peningkatan OTG,” kata Brigjen Eddy saat melakukan video conference dengan Direktur Rumah Sakit se-Kota Bogor dari Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jumat (2/10/2020) sebelum melakukan peninjauan langsung ke rumah sakit.

Dalam video conference wakapolda didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya dan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser.

“Sudah ada arahan Menko Kemaritiman untuk penyediaan hotel untuk OTG. Menko Kemaritiman pun langsung memberikan instruksi Kemenkes agar obat-obatan langsung dikirim ke Dinkes Kota Bogor. Untuk pasien terkonfirmasi positif dilengkapi datanya, di antaranya alamat KTP dan alamat domisili dibedakan. Ini untuk menentukan mitigasi dan pencegahannya. Dengan data ini membantu kita mencegah agar penularan Covid-19 tidak masif,” katanya.

Baca juga  Desa Sukaluyu Buka Posyandu untuk Lansia

Dalam kesempatan itu Bima Arya mengatakan, update terakhir per minggu ini, Kota Bogor kembali zona merah. Kota Bogor  mengalami penurunan skors dari 199 menjadi 165. Turunnya skor ini disebabkan beberapa faktor sebut saja kasus kematian (mortality) yang meningkat, yakni adanya enam kematian dalam satu minggu, keterisian tempat tidur, dan angka kesembuhan (recovery rate).

“Kami Ingin meminta kerjasamanya untuk fokus betul, bersama-sama memperbaiki semua lini,” ujar Bima.

Dia menjelaskan, mortality yang tercatat meninggal positif Covid-19 ada 80 persen yang merupakan pasien dengan penyakit bawaan atau komorbid, seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, stroke, dan lainnya. Usia pasien yang meninggal pun didominasi usia lanjut.

Baca juga  Bima Arya Berkomitmen Siapkan Antisipasi Bonus Demografi

“Point utamanya pasien dengan komorbid harus menjadi atensi khusus dengan memberikan obat yang akan dikirim kementerian, yakni Klorokuin Fosfat dan Avigant untuk mempercepat kesembuhan,” ujarnya.

Bima melanjutkan, terkait ketersediaan tempat tidur (bed) ia meminta kerjasama, terutama  delapan rumah sakit rujukan agar mengusahakan penambahan bed dan sudah ada beberapa yang bersiap menambah bed.

Bima juga meminta rumah sakit meng-update data pasien berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor agar tidak berubah-ubah.

“Sesuai dengan apa yang di data kita, fasilitas Covid-19 untuk merah, kuning, hijau semuanya itu disampaikan ke Dinkes, sehingga data tidak berubah ketika kami mengupdate data dengan Satuan Tugas Covid-19 nasional,” tegas Bima.

Baca juga  Aksi Bima Buka-Bukaan Soal APBD 2020, Dihadiri Tokoh Nasional  

Pemkot Bogor tengah berupaya menyiapkan satu hotel untuk khusus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang akan dibantu BNPB.

Sementara di BNN Lido, sudah ada 11 OTG diisolasi meski awalnya tidak mudah mengajak pasien kesana, tetapi Pemkot Bogor terus melakukan pendekatan.

“Jadi yang hijau alias tidak ada gejala ini perawatannya tidak lagi di rumah sakit,” kata Bima. [] Hari/Humas Pemkot Bogor

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!