Kab. Bogor

Wabup Bogor: Bencana Sukajaya Paling Parah

BOGOR-KITA.COM, CIBINONG – Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan menegaskan, hasil pendataan sementara yang dilakukan BPBD Kabupaten Bogor, hingga Kamis (2/1/2020), ada 58 kejadian bencana alam yang tersebar di 15 Kecamatan.

Bencana alam yang paling parah terjadi di Kecamatan Sukajaya. Hal tersebut disebabkan banyak akses Jalan utama yang terputus, rumah warga rusak parah,  jembatan terputus dan masih ada korban bencana alam yang belum dievakuasi.

Iwan menyebut, kendati setelah diturunkan alat berat, akses masuk dari Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg sampai Kantor Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya sudah bisa dilalui kendaraan. 

Sedangkan akses Jalan di Desa Kiarapandak, Urug dan Kiarasari masih belum bisa di lalui kendaraan. Disebabkan akses jalan yang terputus sepanjang 50 meter, belum di evakuasi.

Baca juga  Raih Kabupaten Termaju, Diskominfo Siapkan Jaringan Intranet

Untuk sambung arus listrik menuju wilayah Kecamatan Sukajaya masih padam, disebabkan pihak PLN masih memperbaiki sambung kabel dan tiang listrik yang rusak.

Iwan juga mengatakan, terkait rentetan bencana ini, pihaknya sudah bergerak cepat dan menggelar rapat dengan BPBD Kabupaten Bogor guna mengevakuasi korban yang masih tertimbun material longsor. Termasuk, membuka akses jalan yang terisolir dengan mengunakan alat berat.

Untuk posko bencana di fokuskan di Puskesmas Sukajaya. Sehingga bantuan, terfokuskan di satu titik.

“Saya sudah menggelar rapat dengan seluruh SKPD,  agar bantuan tidak terduga bisa cepat digunakan karena untuk belanja harus ada legalitasinya. Kami akan belanja buat tanggap bencana Rp 28 Miliar, mudah mudah angka tersebut bisa bertambah mencapai Rp50 miliar ” ungkapnya.

Baca juga  Ekspor ke AS, Produk Kabupaten Bogor Bersaing dengan Cina dan Vietnam

Iwan menghibau kepada warga Kabupaten Bogor agar tetap waspada. Kepada camat, agar Iwan meminta segera mengiventarisir kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk warga yang kena musibah bencana alam.

“Kebutuhan jangka pendek untuk anggaran bencana,” katanya.

Menurut Iwan, sejumlah bantuan untuk korban bencana alam terus berdatang, mulai dari Baznas, Dishub termasuk bantuan dari Setda senilai Rp28 Juta.

“Kita minta Camat, mendata sejumlah bantuan yang masuk. Termasuk menginvetarisir kebutuhan yang diperlukan,” katanya.

Untuk korban bencana alam di Kampung Ciasahan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Iwan meminta kepada warga bersabar atas musibah yang menyebabkan rumah warga rusak dan jembatan terputus hingga menyebabkan tiga kampung terisolir.

Baca juga  Bekas Galian C di Desa Ciburayut Tak Direklamasi, Warga Khawatirkan Anak-anak

“Saya mengimbau warga yang mengunakan jembatan darurat tidak memaksakan diri. Sebab, ketika arus deras bisa membahayakan diri, apalagi jembatan tersebut bukan jembatan permanen,” tutupnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Provinsi Jawa Barat, Asep Wahyu mengatakan, prihatin atas musibah bencana alam yang sudah merengut jiwa hingga memutuskan akses Jalan. 

Pemkab Bogor, katanya, tidak hanya perlu memberikan bantuan kepada korban bencana, dan membuka akses Jalan, tetapi juga mencari solusi agar bencana alam ini tidak terulang lagi.

“Penyebab utama bencananya apa, itu yang perlu ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Bogor tanggani. Jangan sampai, kejadian ini terulang lagi,” tukasnya. [] Fauzan/Diskominfo Kabupaten Bogor.

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top