Kab. Bogor

TNI AU Salurkan 500 Paket Sembako untuk Korban Bencana

BOGOR-KITA.com, KEMANG – Berbagai upaya terus dilakukan oleh TNI Angkatan Udara untuk membantu warga yang terdampak bencana banjir yang terjadi di sejumlah tempat di Kabupaten Bogor. Hal ini ditunjukkan dalam kegiatan bakti sosial TNI AU kepada masyarakat yang terdampak musibah banjir di wilayah Bogordi shelter Skadron Udara 6 Lanud Ats, Kamis (9/1/2020).

TNI Angkatan Udara menyerahkan bantuan berupa 500 paket sembako, yang akan diberikan kepada korban di wilayah terisolir yang terkena musibah banjir dan tanah longsor. Komandan Lanud Atang Sendjaja, Marsma TNI Eding Sungkana mengatakan, kegiatan bakti sosial rutin dijalankan Lanud Ats.

“Kali ini berupa penyaluran bantuan logistik ke wilayah bencana alam di kaki Gunung Salak, seperti Kecamatan Jasinga, Nanggung, Cigudeg dan Sukajaya,” ungkap Marsma Ending Sungkana.

Danlanud Ats menambahkan, pihaknya menerima permintaan khusus dari Pemkab Bogor, untuk terlibat dalam proses evakuasi dan penyaluran logistik di wilayah bencana terutama daerah yang terisolir.

“Sejak hari pertama terjadi bencana, kami langsung terbang untuk memantau dari udara kondisi yang terdampak paling parah pasca banjir dan longsor. Setelah itu melaporkan kepada pimpinan. Kemudian menugaskan Lanud Ats untuk ikut mengawal penanganan korban,” beber Danlanud Ats.

Baca juga  Bencana Awal Tahun, Korban 43 Orang, Terbanyak  di Kabupaten Bogor

Danlanud Ats menjelaskan, pihaknya juga mengiringi kedatangan rombongan Presiden bersama Panglima TNI dan BNPB menyambangi lokasi terdampak bencana dan langsung bergerak untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan korban.

“Salah satunya mengevakuasi ibu-ibu hamil yang akan melahirkan dan pasien dengan riwayat penyakit serta butuh penanganan dokter. Mereka dibawa menggunakan pesawat helikopter Super Puma milik Skadron Udara 6 dan Skadron Udara 8 Lanud Ats,” katanya.

Sementara Aspotdirga Kasau Marsda TNI Nazirsyah menuturkan, kegiatan karya bakti ini sangat melekat di Spotdirga. Yang terbagi ke dalam dua jenis yakni operasi bakti dan karya bakti. “Operasi Bakti ada batasan tertentu, sedangkan Karya Bakti tergantung kebutuhan. Ada yang terencana dan insidentil,” ujar Aspotdirga Kasau.

“Selama kejadian ini kami juga sering memantau dan memonitor penanganan pasca bencana. Termasuk memohon bantuan secara manual. Meski sederhana tapi efektif dalam penyaluran bantuan. Ada beberapa ormas seperti FPI dan lainnya saat kami lakukan peninjauan dengan berjalan kaki.” imbuh Aspotdirga Kasau. [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top