Tira Persikabo, Rawat Kemenangan

BOGOR-KITA.com – Kememangan PS Tira Persikabo atas Persib Bandung dalam laga Piala Presiden, Sabtu (2/3/2019) tentulah karena ada sesuatu. Sesuatu itu tentunya yang bersifat kelebihan atau katakanlah kehebatan. Apa bentuknya, mungkin hoki, mungkin kualitas, mungkin kekompakan, mungkin doa, mungkin semangat tinggi, dan lain-lain atau kombinasi dari keseluruhan sesuatu itu.

Sebab, dibanding Persib Bandung, PS Tira Persikabo  tidak ada apa-apanya. Keduanya malah bisa dianalogkan ibarat bumi dan langit. Persib adalah tim para dewa yang bersemayam di  langit, sedang PS Tira Persikabo adalah tim manusia biasa yang berumah di atas permukaan bumi.

Tira Persikabo memang merupakan gabungan dua klub yakni PS Tira dan Persikabo. Dilihat dari sini pun, keduanya tidak memiliki catatan membanggakan di hadapan Persib Bandung. Tidak saja dari segi usia, tetapi juga dari segi rekor pertandingan dan lain sebagainya.

Dari segi usia, PS Tira baru lahir tahun 2016. Persikabo lahir akhir tahun 1973. Keduanya terbilang anak bau kencur di hadapan Persib Bandung yang lahir sekitar tahun 1923 dengan nama awal Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB).

PS Tira sudah berlaga sebanyak tujuh kali melawan Persib Bandung, empat kali di Liga 1, dua kali di ISC dan satu kali di laga uji-coba. Dari seluruh pertandingan itu, PS Tira mengalami kekalahan 4 kali,  seri 2 kali, dan hanya menang 1 kali, itu pun di laga uji coba yang beluim tentu dimainkan secara serius oleh Persib. Catatan pertandingan Persikabo melawan Persib Bandung juga belum ada yang bisa dibanggakan.

Dari segi prestasi, PS Tira Persikabo, sangat jelas tak terbandingkan. Persib Bandung sudah mampu meraih posisi runner-up Perserikatan tahun 1933. Selama Perserikatan, Persib mencatat 8 klali runner-up, dan 5 kali juara pertama. Di Liga Indonesia Persib meraih dua kali gelar juara, yakni 1995 dan 2014. Persib adalah juga juara Piala Presiden tahun 2015.

Prestasi tertinggi PS Tira-Persiko (baik PS Tira maupun Persikabo sebelum bergabung) tidak seimbang dibandingkan prestasi tinggi yang suadh diraih Persib Bandung.

Tidak heran kalau dalam laga Piala Presiden, Sabtu (2/3/2019) kemarin, hampir tidak ada yang memprediksi Tira Persikabo akan memenangi pertandingan. Tira Persikabo diprediksi maksiml hanya akan mempersulit Persib Bandung meraih kemenangan.

Tetapi, apa yang kemudian terjadi, prediksi banyak orang mentah, karena akhirnya Tira Persikabo berhasil menaklukkan Persib Bandung. Kemenangan itu menjadi luar biasa, karena diraih di kandang Persib, di Stadion Si Jalak Harupat yang dipenuhi suporter Persib yang terkenal fanatik.

Mungkiin karena itu Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar belum bisa menerima kekahalan Persib. Umuh menyoroti kepemimpinan wasit Dwi Purba Adi Wicaksana. Umuh merasa kepemimpinan wasit yang kurang baik menjadi salah satu penyebab kekalahan Maung Bandung.

Umuh PUN berang. Usai pertandingan, ia masuk ruang konferensi pers. Kepada para awak media Umuh mengatakan Persib dari segi permainan lebih bagus ketimbang PS Tira-Persikabo. “Kami kalah sama wasit, Persib kalah sama wasit,” katanya.

Tidak jelas apakah Umuh marah-marah karena tak mampu menutupi rasa malu dipermalukan oleh tim underdog dan belum punya sejarah seperti Tira Persikabo, atau marah-marah wasit memang tidak becus? Di tengah gencarnya Sartgas Antimafia Bola mengusut pengatur skor termasuk menjadikan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri), maka rasanya tidak masuk akal wasit berani main-main seperti yang dituduhkan Umuh.

Secara logika, kemenangan itu masuk akal, karena sebagai underdog, wajar Tira Persikabo memiliki semangat tinggi. Sebagai underdog Tira Persikabo juga bisa bermain lepas, karena walaupun kalah, mereka tidak takut akan kehilangan apa-apa, karena memang belum memiliki prestasi apa-apa.

Selain itu, sebagai tim baru (merger PS Tira dan Persikabo) semua personel baik dalam manajemen maupun skuad, tentunya ingin memperlihatkan kemampuan masing-masing. Manajemen dan skuad tentunya juga ingin menggairahkan kembali semangat kabomania yang lama tak merasakan indahnya bernyanyi bersama meraih kemenangan.

Belum lagi semangat yang disuntikkan oleh Bupati Bogor Ade Yasin dan Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan dalam sejumlah kesempatan.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah kemenangan itu tanda-tanda kebangkitan sepakbola Kabupaten Bogor?

Ada secuil tanda-tanda ke arah sana, yakni keberadaaan  Persikabo U-17 yang menjadi wakil Jawa Barat untuk Piala Soeratin Nasional 2019 setelah menaklukan Persib Bandung U-17 di partai final dengan skor 3-2 bulan Mei 2018 lalu yang sekaligus mematahkan dominasi Maung Bandung di tanah Jawa Barat.

Bola masih bundar, jalan masih panjang. Tetapi, mempertahankan kemenangan, kata orang lebih berat daripada meraih kemenangan itu sendiri. Kita berharap manajamen PS Tira Persikabo dapat mengkaji dan menyimpulkan faktor-faktor yang berkontribusi mengantarkan PS Tira Persikabo memenangkan pertandingan melawan Persib Bandung, untuk kemudian disimpulkan, dirawat, dikembangkan dan disuntikkan kepada seluruh pemain sebagai modal untuk meraih kemenangan-kemenangan selanjutnya, baik di Piala Presiden maupun di Liga 1 yang segera bergulir.

Begitu banyak hal yang dapat dibanggakan dari Kabupaten Bogor, tetapi selama ini, terasa begitu sedikit yang dapat dipuji. Kemenangan Tira Persikabo pada pertandingan-pertandingan selanjutnya akan berkontribusi untuk membalik keadaan, di mana tak pernah cukup kata-kata untuk memuji hal-hal yang membanggakan dari Kabupaten Bogor. [] Petrus Barus, Pemimpin Redaksi BOGOR-KITA.com

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *