Kota Bogor

Tertinggi Sejak Pandemi, 204 Kasus Positif Covid-19, Bima Arya Sebut Situasi Kota Bogor Genting

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan bahwa situasi Covid-19 di Kota Bogor saat ini dalam keadaan genting. Pasalnya pada hari ini dilaporkan terdapat pertambahan kasus positif covid-19 sebanyak 204. Ini merupakan tertinggi selama pandemi.

Menurut Bima situasi saat ini harus disikapi dengan serius. Untuk itu Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor akan melakukan beberapa langkah sesuai dengan data yang ada.

“Data menunjukkan bahwa angka ketersediaan tempat tidur (BOR) di angka 60 persen dan itu sudah di ambang batas. Sedangkan pada minggu lalu angka kesediaan tempat tidur masih di bawah 20 persen,” ucap Bima, Kamis (17/6/2021).

Bima juga mengungkapkan, bahwa hari ini dilaporkan kasus penambahan positif Covid-19 di Kota Bogor mencapai 204 kasus. Untuk itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kota Bogor agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga  RS Lapangan Kota Bogor Dinonaktifkan, Bima Arya Apresiasi Nakes

“Hari ini dilaporkan ada 204 kasus positif. Ini menjadi kasus positif tertinggi selama pandemi, sebelumnya tertinggi di angka 180 di bulan Februari lalu, karena itu kita melakukan langkah cepat mengimbau kepada semua untuk mematuhi protokol kesehatan dan jam operasional,” katanya.

Ia menegaskan, bahwa setelah jam 21.00 WIB tidak ada lagi aktivitas di Kota Bogor. Jika ada pelanggaran terkait jam operasional makan TNI, Polri, Pemkot Bogor dan Sqtgas Covid-19 akan menindak tegas pelanggar tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga Kota Bogor untuk betul-betul menghindari kerumunan, tidak melakukan aktivitas yang melibatkan lebih dari 10 orang, apabila itu terjadi maka akan ditindak tegas. Namun Blbagi warga yang sudah merencanakan kegiatan lebih dari 10 orang, silahkan berkoordinasi dengan satgas,” tegasnya.

Baca juga  Obor Asian Games Tiba di Balai Kota Bogor 14 Agustus, Disambut Tari-Tarian Meriah

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pembatasan jam operasional pasa tradisional. “Untuk pasar tradisional akan lakukan pembatasan jam operasional yang akan diumumkan langsung teknisnya oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya,” ujarnya.

Sedangkan, tambah Bima untuk menekan mobilitas warga, pihaknya akan menutup pendestrian sistem satu arah (SSA). “Jalur pendestrian SSA sabtu-minggu akan ditutup, sehingga tidak bisa digunakan oleh publik. Tempat wisata wajib untuk mensyaratkan antigen bagi para pengunjungnya dan pembatasan 50 persen kapasitas,” paparnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menuturkan untuk membatasi mobilitas warga, pihaknya akan memberlakukan ganjil genap di akhir pekan ini.

“Untuk membatasi mobilitas masyarakat di dalam kota kami akan memberlakukan ganjil genap pada pukul 10.00-16.00 WIB. Dan untuk dari luar kota secara situasional maka kami dapat menutup ruas tol menuju Kota Bogor,” tandasnya. [] Ricky

Baca juga  Ini Jawaban Bima Terhadap Seruan FMB Terkait Bogor Street Festival
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top