Terkait Pemilihan Direksi PD PPJ, LAPMI Kota Bogor Nilai Walikota Tidak Transparan

Pelantikan Direksi PD PPJ baru

BOGOR-KITA.com  – Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Kota Bogor menyoroti tajam pelantikan Direksi Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD-PPJ), Selasa (3/2) lalu.

Dalam siaran persnya, Lapmi kecewa terhadap Walikota Bima Arya Sugiarto karena tidak memublikasikan hasil panilaian peserta seleksi Direksi PD PPJ. Hal itu menandakan sistem yang dijalankan tidak transparan.

"Transparansi menjadi penting untuk menilai integritas seseorang, sehingga tidak adanya transparansi mengindikasikan tidak adanya profasionalisme," ungkap Direktur LAPMI Kota Bogor M. Syamsul Anam.

Sikap panitia seleksi Direksi PD PPJ yang bungkam tentang kebenaran nilai peserta seleksi membuat tanda tanya besar bagi publik. "Kita menduga ada ketidakberesan kolektif pada mekanisme yang dijalankan dari awal sampai hasil akhir," tegasnya.

Sekarang zaman demokrasi, bukan zaman feodalisme lagi. Dalam negara demokrasi masyarakat memberikan hak prerogatif kepada pemerintah bukan untuk kepentingan pribadi maupun golongan,  akan tetapi untuk kemaslahatan bersama dengan pertimbangan profesionalisme.

"Kami mengamati, dalam penetapan direksi PD PPJ Kota Bogor, walikota sama sekali tidak mendengarkan dan menyerap aspirasi warganya. Akan tetapi, kami percaya walikota juga tidak bersikap "suka-suka gue". Ini aneh, jangan sampai dalam penetapan Direksi BUMD PD PPJ tersandera kepentingan politik praktis. Kalau sudah politik praktis yang dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, maka profesionalisme akan terkikis, perusahaan akan sakit-sakitan," tandasnya. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *