Kab. Bogor

Tanding Lawan Menristek, Rektor IPB Ungkap Bulutangkis Maju dengan Sains

Pertandingan persahabatan bulutangkis Rektor IPB Arif Satria dan Menristek Bambang PS Brodjonegoro, Minggu (7/2/2021)

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA – Rektor IPB University Prof Dr Arif Satria dan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Dr Bambang PS Brodjonegoro menjalani pertandingan persahabatan bulutangkis di Gelanggang Olahraga (GOR) Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor, Minggu (7/2/2021). Rektor IPB Arif Satria mengatakan bulutangkis akan maju bila didukung oleh kekuatan sains.

“Ini merupakan undangan yang sudah cukup lama dari Pak Rektor karena kita punya hobi yang sama, yaitu bulutangkis. Selama ini saya secara rutin bulutangkis di Jakarta, begitu juga Pak Rektor di Bogor. Hari ini saya diundang karena IPB University baru saja merenovasi gedung ini. Kami sangat menikmati pertandingan persahabatan tadi,” ujar Menristek Bambang dalam rilis IPB diterima BOGOR-KITA.com, Senin (8/2/2021).

Pertandingan dilangsungkan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Rektor IPB University menyebut, semua pemain harus melalui tes swab antigen terlebih dahulu. Hal itu dilakukan agar semua yang akan berlaga adalah mereka yang dinyatakan sehat dan dinyatakan negatif covid-19.

Baca juga  Guru Besar IPB: ASI dan Anemia Penyebab Kenaikan Stunting di Kota Bogor

“Alhamdulillah (kegiatan ini) sangat bagus sekali karena kita bisa bersilaturahmi sambil berolahraga dengan tetap menggunakan standar protokol kesehatan. Semakin menarik karena turut hadir Candra Wijaya, atlet nasional yang pernah menjuarai olimpiade. Sehingga kita bisa mencoba untuk silaturahmi dengan lebih fun,” kata Rektor Arif Satria.

Sebagai pengingat, Candra Wijaya merupakan pemain ganda putra terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Ia berhasil meraih berbagai gelar juara dengan banyak pasangan baik di ganda putra maupun ganda campuran. Salah satunya adalah medali emas di Olimpiade 2000 Australia yang diraihnya bersama Tony Gunawan.

Tak hanya sekedar menyalurkan hobi olahraga, selepas pertandingan ketiganya juga banyak mendiskusikan berbagai hal terutama pengembangan sains dan olahraga. Dari hasil diskusi itu, Prof Arif mengungkapkan, bulutangkis akan maju bila didukung oleh kekuatan sains.

Baca juga  PKK Kota Bogor Gelar Posyandu Keliling Cegah Stunting di Masa Pandemi

“Tadi kita banyak diskusi berkaitan dengan pengembangan sains di bidang bulutangkis. Karena bulutangkis akan bisa maju kalau diperkuat dengan sains, dan Pak menteri punya concern untuk mengembangkan sains olahraga. Supaya bulutangkis bisa di-backup dengan riset yang kuat sehingga kita bisa meningkatkan kualitas permainan itu berbasis pada riset. Sebagaimana tim sepakbola Jerman yang menggunakan kekuatan riset untuk meningkatkan kualitas sepakbola mereka,” kata Prof Arif.

Selain infrastruktur yang memadai, kata dia, IPB University juga memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bulutangkis yang mewadahi minat dan bakat mahasiswa terhadap olahraga ini. Ia juga mengatakan, pihaknya ingin juga mengundang atlet-atlet bulutangkis untuk kuliah di IPB University agar interaksi antara pemain nasional dengan mahasiswa bisa lebih baik lagi.

Baca juga  Ade Yasin Naikkan Insentif RT/RW Jadi Rp500 Ribu Per Bulan

Sementara itu, kepada segenap warga IPB University, Prof Bambang berpesan untuk tetap produktif menghasilkan berbagai inovasi dan karya meski dihadapkan pada situasi yang sulit ini.

“Covid-19 tidak boleh menjadi penghalang kita untuk tetap produktif. Justru harus memacu kita untuk mencari cara agar kita tetap menghasilkan kinerja yang baik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Karenanya, penggunaan teknologi digital saat ini harus dikedepankan. Saya yakin IPB University dengan semua bakat yang ada di dalamnya akan mampu untuk bisa menerjemahkan teknologi digital sebagai upaya menjaga produktivitas,” terang Menristek Bambang. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top