Sikapi Kondisi PDJT, Pemkot Gelar Workshop

BOGOR-KITA.com – Untuk membahas lebih lanjut terkait kondisi manajemen PD Jasa Transportasi (PDJT) Trans Pakuan, Pemerintah Kota Bogor menggelar workshop yang secara resmi dibuka oleh Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman. Acara yang dihadiri para kepala OPD, perwakilan pihak terkait dan para anggota TABG Kota Bogor dilaksanakan di Fave Hotel Baranangsiang Kota Bogor, Senin (14/12/2015).

Saat membuka acara, Usmar mengungkapkan permasalahan yang ada dalam manajemen PDJT jangan dijadikan dasar untuk mundur. “Jadikan kondisi yang ada sebagai pengalaman dan pembelajaran agar kedepannya PDJT Kota Bogor menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan jasa transportasi bagi warga Kota Bogor,” kata Usmar.

Sementara itu Ketua Tiim Penyehatan PDJT Kota Bogor Ngurah Wirawan mengatakan, dengan segala potensi yang dimilki Kota Bogor dalam bidang transportasi, dibutuhkan personel dan pengelolaan yang baik sehingga dapat membawa Kota Bogor kearah yang lebih baik. “Kendala yang dihadapi PDJT terlambat untuk diantisipasi. Tanpa memperkuat badan usahanya, akan sulit bagi PDJT untuk maju. Dengan kondisi yang sekarang dihadapi, Perda No.5/Tahun 2007 tidak bisa dipertahankan jika ingin lebih melebarkan PDJT. Karenanya kita harus memformulasikan hal dan perda yang baru yang lebih baik,” papar Wirawan.

Solusi awal dalam jangka pendek terkait manajemen PDJT, akan digelar seleksi jajaran direksi. “SK Walikotanya sudah ada, rencananya mulai tengah bulan akan dibuka penyeleksian bagi para profesional yang berminat untuk mengelola, berperan aktif dalam mengembangkan PDJT Kota Bogor,” kata Ngurah. Selanjutnya bagi calon direksi yang berminat, pihak terkait akan menjelaskan potensi dan permasalahannya. “Kita harus mencari personal yang memiliki visi kedepannya seperti apa dan harus sesuai dengan Bogor Transportasi Program (B-TOP). Kalau komunikasi awalnya berhasil, kedepannya tidak akan jauh berbeda. Harus ada capten pilot dan co-pilot yang mampu membawa PDJT ke arah sesuai navigasi yang telah ditunjukkan,” sambung Ngurah.

Menanggapi respon dan saran yang diberikan para pakar yang hadir dalam workshop, “caretaker” PDJT Suharto mengungkapkan apapun yang terjadi tetap harus jalan terus. “Saat ini kita sepakat satu direksi saja. Saya juga menyarankan PDJT untuk go public berubah menjadi PT JT,” pungkas Suharto. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *