Hukum dan Politik

Sianida di Kopi Myrna Bisa Membunuh 25 Orang

Neta, Polisi Narkoba, hukum mati

BOGOR-KITA.com – Polri perlu bekerja lebih keras lagi untuk mengungkap dan bisa segera menangkap pelaku yang meracun Wayan Myrna hingga tewas di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta. Sebab pelaku ternyata sangat sadis dan pembunuh berdarah dingin.

Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam siaran pers yang dikirim ke Redaksi BOGOR-KITA.com, mengatakan, dari penelurusan yang dilakukan, ternyata cangkir kopi yang diminum Myrna dapat mengakibatkan kematian bagi 20 sampai 25 orang. Artinya, Sianida yang dimasukkan ke kopi Myrna dosisnya sangat tinggi hingga bisa membunuh 20 sampai 25 orang dalam tempo singkat. Kekejaman ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang berwatak sadis dan berdarah dingin.

Baca juga  Satpol PP Akan Segel Kanopi Tajur Trade Mall

Dalam cangkir kopi yang diminum Myrna ditemukan Sianida bentuk NaCN (Sodium Sianida) dengan kadar 15 gram perliter, yakni 15.000 mg tiap 1.000cc. Artinya, tiap cc kopy Myrna mengandung 15mg Sianida. Jadi, kalau secangkir kopi Myrna sebanyak 250 cc, maka dalam cangkir kopi Myrna itu terdapat 250 x 15mg NaCN = 3750mg. Sedangkan dosis lethal yang bisa mematikan antara 150 – 200mg. Dengan begitu racun Sianida dalam secangkir kopi Myrna sesungguhnya dapat mengakibatkan kematian bagi 20 sampai 25 orang.

Sianida merupakan senyawa kimia beracun berbentuk gas/kristal/serbuk/cair yang dapat mengakibatkan kematian, dengan cara menghambat pengambilan oksigen oleh jaringan, sehingga mengakibatkan asfiksia. Sianida masuk ke dalam tubuh melalui oral, inhalasi, dermal,
dan suntikan. Dosis lethal (dapat mengakibatkan kematian) yaknis HCN 50-100mg atau NaCN/KCN 150-200mg. Sianida sebenarnya digunakan sehari-hari untuk fumigasi dan industri logam.

Baca juga  Jadi Penghasil Kopi Robusta Terbesar Di Jawa Barat Dorong Terwujudnya Karsa Bogor Maju

Melihat tingginya dosis Sianida yang dimasukkan ke kopi Myrna sepertinya pelaku memang hendak menghabisi korban dalam waktu sekejap. Pelaku seperti ini tidak boleh dibiarkan bergentayangan. Sebab dikhawatirkan pelaku akan mengulangi perbuatannya dan menjadi contoh
pelaku kejahatan lain untuk menirunya, sehingga aksi ini akan meresahkan masyarakat. Memang tak mudah mengungkap kasus ini. Namun diharapkan kerja keras Polri akan menghasilkan langkah positif hingga pelaku bisa segera tertangkap. [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top