Kab. Bogor

Rudy Susmanto Setuju Wacana Penambahan Kursi DPR RI dari Dapil Kabupaten Bogor

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto dan Direktur DEEP Yusfitriadi dalam diskusi di Kantor DEEP, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (16/12/2020).

BOGOR-KITA.com, KEMANG –  Saya sepakat dan mengapresiasi wacana penambahan anggota DPR RI dari daerah pemilihan atau dapil Kabupaten Bogor. Tetapi kalau pun ditambah, apa ada gunanya mengingat anggota DPR RI yang ada saat ini saja kurang berkontribusi terhadap Kabupaten Bogor.

Hal ini terkuak dalam wawancara BOGOR-KITA.com dengan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto dan Direktur DEEP Indonesia Yusfitriadi secara terpisah, Jumat (18/12/2020).

Keduanya dihubungi terkait penambahan kursi DPR RI dari dapil Kabupaten Boor yang diwacanakan oleh anggota KPUD Kabupaten Bogor Herry Setiawan.

Pada intinya Herry Setiawan mengatakan, sebanyak hampir 6 juta penduduk Kabupaten Bogor saat ini diwakili oleh 9 orang anggota DPR RI di Senayan. Sementara Kabupaten Jombang, Nganjuk, Mojokerto, Kota Mojokerto, Madiun dan Kota Madiun yang jumlah penduduknya lebih kecil, masing-masing mendapat 10 jatah kursi di DPR RI.

Baca juga  Pakar IPB Temukan Teknik Sederhana Pengeringan Matahari Tanpa Merusak Warna

“Hal ini yang membuat ada ketidakadilan yang dialami warga Kabupaten Bogor untuk jumlah kursi DPR RI yang hanya 9 kursi,” kata Herry seperti diberitakan BOGOR-KITA.com, Jumat (18/12/2020).

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengatakan, sangat sepakat dan mengapresiasi usulan tersebut.

Menurutnya, penambahan kursi anggota DPR RI dari dapil Kabupaten Bogor, maka representasi dari keterwakilan masyarakat Kabupaten Bogor di DPR RI akan bertambah.

“Sehingga diharapkan bisa lebih maksimal dalam menyuarakan serta membawa aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor di tingkat pusat,” ungkap politisi Gerindra ini.

Sementara Yusfitriadi, pengamat politik yang juga Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP), mengatakan, wacana penambahan kursi DPR RI dari daerah pemilihan di beberapa daerah memang menjadi salah satu isu krusial dalam pembahasan undang-undang politik yang sedang dibahas di DPR RI, termasuk pada dapil Kabupaten Bogor.

Baca juga  PPKM Mikro di Kabupaten Bogor: Positif Turun Jauh, 64, Sembuh Naik, 111, Meninggal Nihil

Dalam pandangannya, secara kalkulasi berdasarkan jumlah pemilih, maka penambahan jumlah kursi DPR-RI dapil Kabupaten Bogor, mungkin – mungkin saja.

Namun, Yusfitriadi mempertanyakan manfaatnya.

Karena, katanya, tidak banyak juga anggota DPR RI yang memberikan kontribusi konstruktif untuk Kabupaten Bogor.

Ketua Yayasan Visi Nusantara Maju ini menambahkan, permasalahan yang ada di Kabupaten Bogor saat ini sangat kompleks, terlebih ketika direalisasikan dengan posisi wilayah Kabupaten Bogor yang langsung berdampingan dengan wilayah ibu kota.

Masalah itu antara lain, tata kelola lingkungan termasuk sampah, permasalahan daerah otonomi baru (DOB) yang sudah puluhan tahun, permasalahan kesehatan termasuk stunting, permasalahan ideologi bangsa dan lainnya.

“Apakah para anggota DPR RI dari dapil Kabupaten Bogor berkontribusi membantu menyelesaikan aneka permasalahan itu? Saya melihat, kontribusi dari anggota DPR RI dari dapil Kabupaten Bogor sesuai dengan kapasitasnya di DPR RI, sangat tidak optimal,” kata Yusfitriadi. [] Fahry

Baca juga  Memahami Anugerah Kebudayaan
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top