Perhutani-Nutrima Sehatalami menandatangani nota kesepahaman tentang pembangunan pusat pembibitan (breeding center) lebah tanpa sengat dan pengembangan teknologi produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di Jakarta, Jum’at (10/5/2019)

Perhutani – Nutrima Sehatalami, Kerjasama Pembibitan Lebah Tanpa Sengat

BOGOR-KITA.com – Direktur Utama Perum Perhutani, Denaldy M Mauna dan Direktur CV Nutrima Sehatalami, Mahani menandatangani nota kesepahaman tentang pembangunan pusat pembibitan (breeding center) lebah tanpa sengat dan pengembangan teknologi produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) bertempat di Jakarta, Jum’at (10/5/2019) disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

Dalam siaran pers yang diterima BOGOR-KITA.com, Sabtu (11/5/2019), dikatakan, penandatangan kerjasama ini bersamaan dengan kick off pengembangan multiusaha HHBK dan Jasa Lingkungan berbasis Masyarakat menuju revolusi industri 4.0 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Nota kesepahaman ini perupakan optimalisasi dalam pemanfaatan kawasan hutan serta memberikan alternatif kesempatan usaha bagi masyarakat sekitar hutan dan  mendorong komersialisasi produk turunan hasil perlebahan dan HHBK.

Sejalan dengan tema kick off tersebut dalam keterangannya Denaldy menyampaikan bahwa di era revolusi industri 4.0 ini Perhutani sendiri mengusung tema ‘Perhutani 4.0+: Governance Through Connectivity’ sebagai upaya mengintegrasikan semua aspek baik hulu-hilir maupun internal-eksternal dengan berbasis teknologi informasi, di mana pengembangan HHBK dan jasa lingkungan menjadi salah satu fokus dalam meningkatkan pendapatan dan pemberdayaan masyarakat dengan didasari penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Denaldy juga menyampaikan bahwa kerjasama ini baru dilaksanakan khususnya pada wilayah kerja Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten dan ke depannya dapat diimplementasikan di seluruh wilayah kerja Perum Perhutani.

Direktur CV Nutrima Sehatalami, Mahani menjelaskan bahwa perusahaannya bergerak di bidang industry pengolahan herbal (herb infusion), produk obat tradisional, perdagangan besar obat tradisional, farmasi, kosmetik, industri makanan dengan fokus pada komoditas hasil perlebahan dan HHBK.

Mahani berterimakasih kepada Perhutani atas telah terlaksananya nota kesepahaman ini sehingga diharapankan proses selanjutnya dapat dihasilkan bibit unggul lebah tanpa sengat berupa bahan baku di antaranya madu, propolism dan bee pollen untuk dijadikan produk akhir atau produk turunan yang bernilai ekonomi lebih tinggi dan memasarkannya hingga dapat dinikmati konsumen.

Dalam rangkaian kegiatan ini Perhutani juga menjadi salah satu narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) mengenai Jasa Lingkungan bersama narasumber lainnya yakni dari Kementerian Pariwisata, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) serta salah satu Perusahaan Multinasional yang bergerak di bidang pariwisata. Pemaparan materi tentang pengembangan wisata alam di Perhutani disampaikan oleh Direktur Operasi Perum Perhutani, Sumardi. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *