Pemkot Rancang Konsep Baru Optimalisasi Terminal Baranangsiang

Diskusi Publik Setahun Bima-Usmar

BOGOR-KITA.com –  Lebih baik mundur dari walikota ketimbang menerima optimalisasi Terminal Baranangsiang dengan konsep seperti yang dirancang PT PGI. Penegasan ini dikemukakan Walikota Bogor  Bima Arya Sugiarto dalam Diskusi Publik, Setahun Kepemimpinan Bima – Usmar Antara Realitas dan Harapan, yang diselenggarakan BOGOR-KITA.com bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor, di Kampus Universitas Pakuan, Kota Bogor, Selasa (28/4/2015).

Diskusi publik yang dipandu Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Iwan Darmawan, dibuka oleh Rektor Universitas Pakuan Bibin Rubini.   Tampil sebagai pembicara, dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan Dr Radjab Tampubolon, dosen senior yang juga mantan Wakil Rektor Universitas Pakuan, Bintatar Sinaga SH., MH, dan Ketua Yayasan Satu Keadilan, Sugeng Teguh Santoso. Hadir juga Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman.

Realisasi optimalisasi Terminal Baranangsiang sudah tiga tahun tertunda. Pada diskusi di Aula Terminal Barangsiang beberapa waktu lalu, Bima dengan tegas menyebut masalah underpass sebagai salah satu masalah menapa dirinya belum menyetujui realisasi terminal. Underpass, menurut Bima menjadi keharusan, karena siapa yang dapat menjamin tidak macet jika tidak ada underpass.

Pada diskusi publik di Universitas Pakuan, Bima bicara lebih keras, dengan menatakan, lebih baik mundur dari walikota daripada menerima konsep optimalisasi.

Namun demikian, Bima mengatakan Pemot Bogor tidak menolak rencana pembangunan terminal. Dalam waktu dekat, katanya, pihaknya akan merumuskan konsep baru terminal untuk selanjutnya ditawarkan ke pihak ketiga. Menurut Bima konsepo yang akan ditawarkan juga menguntungkan secara bisnis. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *