Pemkab Bogor Rotasi, Mutasi dan Promosi 35 Pejabat

BOGOR-KITA.com – Pemkab Bogor melakukan rotasi, mutasi dan promosi tehadap 35 ASN eselon IV dan V di raung serbaguna 1 Setda Kabupaten Bogor, Rabu (2/3/2016). Pelantikan tersebut dihadiri oleh Assisten Administrasi pada Setda Kabupaten Bogor, Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor, Kepala BKPP Kabupaten Bogor, dan beberapa Kepala Dinas di Lingkungan Pemkab Bogor.

Sekretais Daerah (Sekda) Adang Suptandar mengatakan, rotasi, mutasi dan promosi dilakukan ntuk menjalankan penyelenggaraan pemerintah daerah dengan baik. Setiap pejabat di semua tingkatan harus mampu menjalankan tugas dengan berpegang teguh pada tiga kunci utama, yaitu komitmen, integritas, dan loyalitas. Ketiga hal ini yang akan memandu para ASN menjadi pemimpin yang mengayomi dan patuh hukum, pelayan publik yang berbudaya prima dan pengemban tugas yang setia.

“Guna menjamin tercapainya tujuan tersebut, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempelajari tugas pokok dan fungsi serta meningkatkan kemampuan dalam menjabarkan kebijakan pimpinan, agar segera dapat mengidentifikasi kendala pelaksanaan program serta membawa unit kerja berkembang daripada sebelumnya” terang Adang.

Ditambahkannya, upaya – upaya tersebut sangat penting untuk dilakukan, terutama dalam rangka mendorong tercapainya target – target pembangunan dan meningkatkan aksesibilitas wilayah di kecamatan – kecamatan seta menjamin terselenggaranya layanan publik yang berkualitas. ” tingkatkan koordinasi dan komunikasi, baik dalam penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten maupun Kecamatan, termasuk di tingkat unit pelaksana teknis, agar setiap program kerja dan kegiatan terhubung secara terintegrasi dalam komitmen yang kuat untuk saling mendukung satu sama lain dalam mencapai visi, misi dan tujuan bersama” lanjut Adang

Selain itu Adang juga menambahkan untuk para Kepala UPT Pendidikan yang baru dilantik, agar dalam pelaksanaan tugasnya benar – benar memperhatikan persoalan pendidikan yang berkembang ditengah masayrakat guna mencegah terjadinya kerentanan sosial yang tidak diharapkan, mengingat problematika pendidikan sangat kompleks dan menyentuh kepentingan masayarakat secara langsung. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *