Ilustrasi

Pemkab Bogor akan Bangun 5 Park and Ride, Salah Satunya di Jalan Tegar Beriman

BOGOR-KITA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana membangun gedung parkir atau Park and Ride di lingkungan pemerintahan tersebut untuk membenahi wajah kawasan itu yang kian semrawut.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, pembangunan Park and Ride di kawasan Tegar Beriman merupakan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ).

“Ya salah satunya untuk menertibkan kawasan parkir di kawasan Tegar Beriman,” kata Ajat kepada wartawan, di Cibinong, Senin (3/12/2018).

Gedung Parkir di Jalan Tegar Beriman rencananya akan memanfaatkan lahan milik Pemkab Bogor seluas 5 ribu meter persegi di sebelah Kantor DPD PKS Kabupaten Bogor. Nantinya gedung tersebut juga menjadi pusat parkir warga yang hendak berkunjung ke kantor-kantor pemerintahan. Sehingga tak ada lagi parkir di bahu Jalan Tegar Beriman.

“Gedung parkir ini ini multifungsi, tidak hanya sekadar tenmpat parkir tapi juga sebagai tempat transit kendaraan masyarakat yang hendak bepergian atau bekerja di Jakarta. Salah satu tujuannya agar mereka mulai beralih ke angkutan umum yang nanti juga disediakan di area Tegar Beriman,” jelas Ajat.

Selain itu, arahan RITJ yang dijembatani oleh Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jabodetabek tersebut juga berencana membangun Park and Ride di empat titik lain. Seperti di Bojonggede sekitaran terminal, Cibanon dekat akses menuju Puncak Cisarua, Pondok Rajeg sekitaran stasiun dan di Tamansari.

Dari lima lokasi ini, dua di antaranya masih belum pasti, yaitu di Tamansari dan Pondok Rajeg. “Kalau kajian yang sudah matang itu di Bojonggede. Di sana sudah ada Detail Engineering Desainnya (DED),” beber Ajat.

Pemkab Boor berharap, pembangunan lima gedung parkir tersebut melibatkan pihak swasta, agar realisasi atau pelaksanaannya akan berjalan lebih cepat. Artinya, proses penganggaran akan dilakukan tanpa harus mengikuti alur pengajuan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor.

“Paling cepat 2020. Kalau pakai swasta 2019 sudah bisa digarap. Model kolaborasi dengan swasta bisa lebih cepat,” ungkap Ajat.

Selain itu, dia berharap pembangunan Park and Ride ini juga dapat menarik minat swasta untuk berinvestasi. Misalnya dibangun pusat perbelanjaan yang bisa menarik minat banyak orang.

“Terpenting kita mengonsep sedemikian rupa transportasi umum di sekitaran gedung parkir tersebut. Itu yang sedang didesain oleh Dishub. Harapannya agar tidak ada yang parkir sembarangan. Dan fasilitas lain untuk berjalan kaki pun sedang diproses untuk keperluan masyarakat,” jelasnya. [] Admin/PKR



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *