Ketua Presidium IPW Neta S Pane

Pelantikan Presiden dan Wapres Sukses, IPW Apresiasi TNI, Polri, intelijen

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Indonesia  Police Watch (IPW) memberi apresiasi TNI, Polri, dan intelijen yang berhasil membuat acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden JokowiWidodo – Maruf Amin di Gedung DPR MPR Jakarta berjalan lancar dan aman, padahal sebelumnya Papua dan Jakarta sempat dilanda aksi demo yang berujung kerusuhan dan aksi pembakaran.

Dalam siaran pers yang diterima BOGOR-KITA.com, Senin (21/10/2019), Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, Keberhasilan ini tak terlepas dari kerjasama dan koordinasi yang tinggi di jajaran aparat, dalam mengunci kantong kantong radikalisme yang sempat mengancam akan melakukan aksi demo serta berniat menggagalkan acara pelantikan presiden. Di sisi lain, menjelang pelantikan presiden Polri sangat agresif memburu kantong kantong terorisme dan menciduk pihak pihak yang berpotensi menebar aksi teror di ibukota.

Memang menjelang pelantikan, Polri melakukan “pagar betis” di berbagai tempat  Situasi ini harus dilakukan agar jajaran kepolisian benar benar menjamin keamanan masyarakat, terutama di Ibukota Jakarta. Tujuannya, agar puncak acara Pilpres 2019 itu benar benar aman dan sukses.

Jaminan keamanan ini sangat dibutuhkan masyarakat luas karena di sepanjang proses Pilpres 2019 negeri ini diwarnai konflik, kerusuhan, amuk massa, dan teror. Tentunya siapa pun tidak ingin “penumpang gelap” bermunculan dan beraksi membuat kekacauan saat pelantikan presiden. Sebab itu jajaran kepolisian super aktif melakukan berbagai razia untuk melakukan deteksi dan antisipasi dini. Selain itu polisi juga melakukan berbagai penangkapan terhadap kelompok yg diduga teroris, kantong kantong radikal terorisme juga disapu bersih agar mereka tidak menjadi “penumpang gelap” yg membuat kekacauan saat pelantikan presiden.

“IPW menilai, sejauh ini operasi cipta kondisi yang dilakukan Polri bersama jajaran intelijen masih dalam koridor SOP untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat luas. Sebab, jika Polri tidak berbuat maksimal dan kemudian terjadi aksi teror dan kekacauan, seperti di sejumlah daerah di Papua, masyarakat juga akan menyalahkan polisi dan menganggap jajaran kepolisian tidak becus memberi jaminan keamanan pada masyarakat luas,” jata Neta Pane. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *