Ilustrasi/Ratusan pedagang dan warga sekitar Pasar Parung menjalani tes (pemeriksaan) massal swab, Senin (6/7/2020)

Pedagang Pasar Parung Apresiasi Gugus Tugas Gelar Swab Test

BOGOR-KITA.com, PARUNG – Salah satu pedagang tekstil di Pasar Parung, Hendra Rijal (45) mengatakan, adanya tes massal swab sangat bermanfaat dan menguntungkan. Selain tanpa dipungut biaya alias gratis, tes massal juga berguna untuk meyakinkan setiap pedagang dan pengunjung pasar bahwa Pasar Parung aman dari penyebaran Covid-19. “Saya ikut tes swab ini dengan inisiatif sendiri. Biar tahu kondisi kesehatan saya. Kalau hasil tes swab sudah didapat, kan jadi tenang,” katanya.

Ratusan pedagang dan warga sekitar Pasar Parung menjalani tes swab massal untuk mendiagnosis ada tidaknya infeksi virus Corona, Senin (6/7/2020).

Burhanudin, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor yang hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tes swab setiap pasar di Kabupaten Bogor gencar dilaksanakan guna memutus mata rantai Covid-19 di pusat keramaian. “Giat tes massal sudah kami lakukan beberapa kali, terutama di pusat – pusat keramaian seperti pasar, terminal dan stasiun kereta api,” ungkap pria yang juga menjabat Sekda Kabupaten Bogor ini, Senin (6/7/2020).

Dalam tes massal di Pasar Parung tersebut, sambungnya, GTPP Covid-19 menyiapkan sebanyak 250 alat tes massal yang digunakan untuk memeriksa pedagang dan warga yang ada di 3 titik area Pasar Parung, yakni Pasar Metro Parung, PD Pasar Tohaga Parung dan Pasar Ikan Parung. “Ini merupakan pasar ke-7 di Kabupaten Bogor yang dilakukan tes massal. Hari ini kita targetkan 250 orang swab. Memprioritaskan pedagang dan pengunjung,” kata Burhanudin.

Dia menegaskan, setiap pasar, terminal dan stasiun tetap menjadi prioritas pelaksanaan tes massal karena merupakan tempat kerumunan orang. Menurutnya, 30 pasar yang berada di bawah pengelolaan PD Pasar Togaha akan dilakukan tes serupa guna mencegah terjadinya klaster penyebaran Covid-19 seperti yang terjadi di Pasar Cileungsi. “Kami ada 30 pasar Kabupaten Bogor sesuai program kita menjadi prioritas tes karena indikasi tempat kerumunan. Ini merupakan bentuk kasih sayang pemerintah kepada masyarakat,” tutupnya. [] Fahry



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *