Laporan Utama

Pariwisata Jadi Motor Ekonomi Nasional, Kemenpar Gencarkan Promosi Destinasi Indonesia ke Pasar Global

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Sektor pariwisata terus menunjukkan peran strategis sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia. Selain berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, industri ini juga menjadi sumber devisa, pencipta lapangan kerja, serta pendorong pembangunan di berbagai daerah.

Indonesia memiliki beragam potensi wisata yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kekayaan alam berupa pantai, gunung berapi, hutan hujan tropis, terumbu karang, hingga kawasan konservasi laut berpadu dengan warisan budaya yang mencakup seni pertunjukan, kuliner, kerajinan tangan, dan berbagai tradisi lokal.

Pertumbuhan sektor pariwisata turut mendorong pengembangan infrastruktur, seperti jalan, bandara, hotel, serta sarana transportasi umum. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dan platform pemesanan daring dinilai semakin memudahkan akses wisatawan ke berbagai destinasi di Indonesia.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan bahwa pariwisata merupakan salah satu pilar strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Widiyanti, sektor pariwisata yang berbasis pada keindahan alam, seni, budaya, dan kreativitas memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Peningkatan jumlah perjalanan wisata dan kualitas layanan dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

Baca juga  Bersiaplah Menjadi Bintang Dangdut Masa Depan, Kontes Dangdut Indonesia (KDI) Menggelar Audisi Online

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan, kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2024 mencapai sekitar 13,9 juta kunjungan dengan estimasi devisa sebesar 16,7 miliar dolar AS. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara mencapai sekitar 1,02 miliar perjalanan pada periode yang sama.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional pada 2024 diperkirakan mencapai 4,04 persen. Aktivitas wisatawan mancanegara dan domestik juga mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah.

Selain memberikan dampak ekonomi, sektor pariwisata tercatat menyerap sekitar 25,01 juta tenaga kerja sepanjang 2024. Lapangan pekerjaan tersebut tersebar di berbagai bidang, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Widiyanti menilai, di tengah tantangan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, pariwisata memiliki peluang untuk terus berkembang karena termasuk sektor jasa yang relatif tidak terdampak hambatan tarif maupun proteksi perdagangan.

“Pariwisata mampu terus tumbuh dan menciptakan dampak nyata bagi perekonomian Indonesia,” ujar Widiyanti dalam keterangannya.

Kemenpar Promosikan Destinasi Beyond Bali

Sebagai upaya memperluas promosi destinasi Indonesia di pasar internasional, Kementerian Pariwisata menggelar Mega FAM Trip 2026 bertajuk #GoBeyondOrdinary pada 22–27 Mei 2026.

Baca juga  Baznas Kabupaten Bogor Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Gunung Mas

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkenalkan keragaman destinasi Indonesia yang memiliki daya saing di pasar global.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa selain Bali, Indonesia memiliki banyak destinasi unggulan yang menawarkan pengalaman wisata berkualitas dan siap dipromosikan kepada pasar internasional,” kata Made dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bali & Beyond Travel Fair 2026 (BBTF) 2026 dan difokuskan pada promosi destinasi unggulan di luar Bali.

Sebanyak 22 agen perjalanan dari Jerman, Rusia, Belanda, Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan Mozambik mengikuti kegiatan pengenalan destinasi di sejumlah wilayah, antara lain Sumatra Utara, Taman Nasional Tanjung Puting, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Lombok.

Kegiatan kemudian ditutup di Bali melalui agenda jejaring bisnis dan pertemuan dengan pelaku industri pariwisata nasional dalam BBTF 2026 yang berlangsung pada 28–30 Mei 2026.

Menurut Made, Indonesia menawarkan beragam pengalaman wisata, mulai dari wisata budaya, alam, gastronomi, kebugaran (wellness tourism), hingga wisata bahari. Melalui program tersebut, Kementerian Pariwisata juga memperkenalkan konsep quality tourism yang menekankan nilai tambah ekonomi, keberlanjutan lingkungan, serta manfaat bagi masyarakat setempat.

Baca juga  Ini Analisa BIG Penyebab Banjir Bandang di Gunung Mas  

Kontribusi Strategis Pariwisata

Sejumlah indikator menunjukkan peran penting sektor pariwisata dalam perekonomian nasional, antara lain:

  • Sumber devisa negara, melalui kunjungan wisatawan mancanegara dan aktivitas ekonomi terkait pariwisata.
  • Pencipta lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sektor pendukung.
  • Efek berganda (multiplier effect) yang mendorong pertumbuhan sektor transportasi, perhotelan, kuliner, fesyen, dan ekonomi kreatif.
  • Penggerak ekonomi daerah, khususnya di wilayah yang menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan.

Ke depan, sejumlah kawasan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, antara lain ekowisata di Kalimantan dan Papua, wisata selam di Raja Ampat dan Bali, wisata budaya di Yogyakarta, wisata kesehatan di Bali, serta wisata petualangan di kawasan gunung berapi dan taman nasional.

Pemerintah juga terus mendorong promosi ke berbagai pasar internasional, termasuk kawasan Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Australia, guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata dunia.[] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top