Bupati Bogor Ade Yasin seusai menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2019 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (14/4/ 2020).

PAD Kabupaten Bogor 2019 Capai 38,84% APBD

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Bupati Bogor Ade Yasin menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2019 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Selasa (14/4/ 2020).

LKPJ yang disampaikan di tengah kesibukan memerangi wabah corona patut menjadi perhatian, karena LKPJ tersebut merupakan LKPJ yang pertama dari kepemimpinan Ade Yasin dan Iwan Setiawan yang terpilih menjadi bupati dan wakil bupati pada pilkada serentak 2018 lalu.

LKPJ tahun anggaran 2019 ini sekaligus adalah laporan penyelenggaraan program pembangunan pemerintah daerah tahun 2019 yang merupakan tahun pertama dalam periode RPJMD Kabupaten Bogor tahun 2018-2023.

Seperti apa kinerja Ade Yasin? Pendapat Asli Daerah (PAD) tahun 2019 mencapai 38,84% APBD. PAD tahun 2019 ini lebih besar dari dana perimbangan yang diperoleh dari pemerintah pusat sebesar 38,02% APBD.

Dalam LKPJ yang disampaikan ke DPRD, Ade Yasin merinci realisasi pengelolaan APBD Kabupaten bogor tahun anggaran 2019, sebagai berikut:

Untuk kelompok pendapatan daerah, dari target yang ditetapkan sebesar Rp7.660.071.379.000, realisasinya adalah sebesar Rp8.137.969.867.680 atau 106,24%.

Capaian tersebut proporsinya terdiri atas pendapatan asli daerah sebesar 38,84%, dana perimbangan sebesar 38,02% dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar 23,13%.

Untuk kelompok belanja daerah, dari anggaran sebesar Rp8.398.595.484.000, terealisasi sebesar Rp 7.771.218.179.777 atau 92,53%.

Apabila dilihat berdasarkan komposisinya terhadap total realisasi belanja, maka proporsi realisasi dari belanja tidak langsung adalah 45,57%, sementara belanja langsung sebesar 54,43%.

Realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah pemerintah kabupaten bogor yang berakhir tanggal 31 desember  2019, terdapat surplus sebesar  Rp366.751.687.903.

Selanjutnya untuk komponen pembiayaan daerah, terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.

Adapun realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp846.364.143.153, sedangkan realisasi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp107.840.038.000 sehingga  pembiayaan netto sebesar Rp738.524.105.135.  [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *