Pendidikan

OPINI: Luruskan Niat dan Tetap Melangkah di Taman Bacaan

TBM LENTERA PUSTAKA

Oleh: Syarifudin Yunus,

(Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka)

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kata orang bijak “Betapa banyak amal besar menjadi kecil karena niat. Dan sebaliknya, betapa banyak amal kecil menjadi besar karena niat pula”. Itulah hal yang patut direnungkan di momen Idul Fitri kali ini. Luruskan niat dan tetap melangkah untuk hal apa pun dan di mana pun, termasuk aktivitas pegiat literasi di taman bacaan.

Benar kata orang bijak lagi, Bahwa niat itu seperti surat. Salah tulis alamat maka akan salah tempat, salah tujuan. Maka, luruskan niat dalam hal apa pun. Agar lebih tetap tujuan, lebih manfaat pada tempatnya. Sebagai pangkal tolak segalanya, niat itulah yang menentukan ikhtiar dan proses yang dilakukan berikutnya. Bila niatnya benar, maka prosesnya pun mudah. Tapi bila niatnya salah, maka ikhtiar sehebat apa pun tidak memberikan hasil yang memadai.

Segala sesuatu tergantung niatnya. Percayalah, bila niatnya buruk maka hasilnya buruk pada akhirnya. Sebaliknya bila niatnya baik, maka insya Allah hasilnya pun baik. Semua niat baik pasti akan tercermin pada ikhtiar yang ikhlas. Niat baik dan ikhlas memang mudah diucapkan, namun sulit untuk dijalankan. Karena niat yang lurus dan hati yang ikhlas adalah jalan menuju hati yang lebih tenang, penuh rasa syukur, dan hidup yang lebih baik untuk senantiasa berserah diri kepada Allah SWT. Apa pun kondisinya.

Baca juga  OPINI: Orang-orang Pintar dan Taman Bacaan

Maka kini, luruskan niat untuk tetap melangkah lebih baik ke depan. Untuk urusan apa pun dan atas alasan apa pun. Perbaiki niatnya sekarang. Mumpung belum terlambat. Bahwa segala hal yang dilakukan sebaiknya ditujukan untuk mencari rahmat dan ridho Allah SWT, termasuk aktivitas literasi di taman bacaan. Agar semua ikhtiar dan proses yang dijalankan lebih mudah dan diberkahi-Nya. Sejatinya, niat yang lurus dan hati yang ikhlas yang dibalut doa yang baik adalah “tantara” yang sulit dikalahkan. Dengan begitu, segala hal yang dianggap tidak mungkin dapat berubah menjadi mungkin. Insya Allah.

Luruskan niat dan tetap melangkah di taman bacaan. Itulah spirit yang diperkuat Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor bertepatan dengan momen Idul Fitri 1443 H. Untuk menata kembali niat dan ikhtiar yang dilakukan dalam tata kelola taman bacaan. Agar tetap fokus pada tujuan literasinya, di samping menjaga komitmen dan konsistensi aktivitas taman bacaan. Caranya adalah: 1) taman bacaan yang selalu menghindari pantangan yang tidak boleh terjadi di taman bacaan seperti: membiarkan anak-anak yang hanya main tanpa mau membaca, menjalankan taman bacaan sebagai rutinitas tanpa melakukan inisiatif baru atau kreativitas dan 2) taman bacaan yang selalu mencari “obat” literasi bukan membahas “penyakit”. Selalu memperbaiki keadaan taman bacaan yang bertumpu pada solusi, bukan mempersoalkan hambatannya.

Baca juga  OPINI: Kisah tentang Buku di Taman Bacaan, Apa Fungsinya?

Melalui 14 program literasi yang dijalankan TBM Lentera Pustaka saat ini seperti: 1) TABA (TAman BAcaan) dengan 140 anak, 2) GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA) dengan 9 warga belajar, 3) KEPRA (Kelas PRAsekolah) dengan 26 anak, 4) YABI (YAtim BInaan) dengan 14 anak yatim yang disantuni dan 4 diantaranya dibeasiswai, 5) JOMBI (JOMpo BInaan) dengan 8 jompo usia lanjut, 6) TBM Ramah Difabel dengan 3 anak difabel, 7) KOPERASI LENTERA dengan 31 ibu-ibu anggota koperasi simpan pinjam agar terhindar dari jeratan rentenir dan utang berbunga tinggi, 8) DonBuk (Donasi Buku), 9) RABU (RAjin menaBUng), 10) LITDIG (LITerasi DIGital) untuk mengenalkan cara internet sehat, 11) LITFIN (LITerasi FINansial), 12) LIDAB (LIterasi ADAb), 13) MOBAKE (MOtor Baca KEliling) dan 14) Rooftop Baca. TBM Lentera Pustaka tidak boleh jumawa dan harus selalu introspeksi diri untuk dapat mengelola taman bacaan lebih baik lagi dan lebih baik lagi. Mengingat saat ini, tidak kurang dari 250 orang yang menjadi penerima layanan literasi TBM Lentera Pustaka setiap minggunya.

Baca juga  OPINI: Taman Bacaan Dilarang Terlalu Banyak Berharap

Jadi jelas, luruskan niat dan tetap melangkah di taman bacaan. Sejatinya, hidup dan aktivitas apa pun itu ringan karena sudah ada dalam genggaman-Nya. Tapi yang berat adalah meluruskan niat dan ikhlas menjalankannya karena Allah SWT semata. Untuk selalu menjaga lahir dan batin dalam perbuatan baik, dalam Tindakan amal soleh yang berkelanjutan. Bukan lagi sebatas omongan baik tanpa perbuatan baik secara nyata.
Aktivitas taman bacaan itu sudah cukup. Bila berani meluruskan niat dan membaguskan ikhtiar-nya. Adapun setelahnya, amal perbuatan digibahi, dicemooh, disalah-pahami, atau sengaja dimanipulasi oleh orang-orang yang tidak suka cukup biarkanlah. Tetaplah melangkah di taman bacaan.

Toh nantinya, tiap-tiap manusia akan sibuk sendiri-sendiri di yaumil hisab. Salam literasi.

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top