Rapat Rencana Pembahasan Kegiatan Perangkat Daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor Tahun 2020 di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda No.10, Jumat (23/8/2019) pagi.

OPD Pemkot Bogor Paparan Rencana Kegiatan 2020 di Hadapan Walikota

BOGOR-KITA.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat memimpin Rapat Rencana Pembahasan Kegiatan Perangkat Daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor Tahun 2020 di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda No.10, Jumat (23/8/2019) pagi.

Rapat dibuka Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat dan dilanjutkan paparan kegiatan perangkat daerah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor oleh Kadishub Kota Bogor, Rakhmawati mengenai penataan transportasi di Kota Bogor.

Kepada jajaran Dishub Kota Bogor, Bima menyampaikan bahwa rencana kegiatan tahun 2020 yang dipaparkan kepala dinas akan dievaluasi dan disesuaikan, salah satunya mengikuti pola sharing ekonomi.

Menyinggung angkutan kota (angkot), Bima meminta data riil jumlah angkot di Kota Bogor dan bukti fisik angkot yang sudah tidak layak jalan. Mengenai terminal batas ia menginginkan menjadi prioritas untuk itu diakselerasikan kajian dan surveinya.

Untuk Dinas Kesehatan (Dinkes), paparan rencana kegiatan tahun 2020 disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Erna Nuraena yang secara umum meliputi pelayanan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat serta terkait pengembangan kesehatan lingkungan yang memerlukan dukungan dan kontribusi pihak lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin yang didampingi jajarannya menyampaikan rencana kegiatan tahun 2020 yang fokus untuk mewujudkan pendidikan bagi masyarakat Kota Bogor. Ada dua kegiatan. Pertama, peningkatan akses belajar dan mempertahankannya dan kedua, peningkatan dan pemerataan pendidikan. Salah satunya pembangunan SMP Negeri baru di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal.

“Untuk peningkatan mutu kami juga melakukan melalui inovasi non budgeter. Selain itu akan dilaksanakan juga kegiatan pendidikan lingkungan hidup, pendidikan anti korupsi, kesehatan dan lalu lintas untuk siswa dan tenaga pendidik,” kata Fahrudin.

Kepada Disdik Kota Bogor, Bima menginginkan adanya pendidikan penguatan toleransi dalam bentuk kegiatan khusus bagi siswa dan tenaga pendidik di Kota Bogor. Untuk peningkatan IPM pendidikan, Bima juga meminta untuk dilakukan secara sistematis.

Dari empat perangkat daerah yang memaparkan rencana kegiatan tahun 2020, hanya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor yang akan diagendakan kembali. Sementara Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan selesai memaparkan rencana kegiatannya. [] Admin/Humas Pemkot Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *