Kab. Bogor

Olah Limbah Ampas Ceri Kopi Menjadi Tepung, Mahasiswa IPB Raih Juara 1 Idea Pitching Competition

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kopi merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan Indonesia. Produksi kopi pada umumnya menghasilkan limbah ampas kopi. Limbah tersebut dapat berdampak buruk pada lingkungan. Oleh karenanya, petani Kampung Pasar Huni Kabupaten Bandung berjuang untuk mengelola ampas buah kopi atau kerap disebut ceri kopi.

Berawal dari masalah tersebut, Beltsazar Amethyst membuat karya tulis berjudul “Added value coffee cherry pulp waste into valued product”. Karya tulis mahasiswa Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN) IPB University tersebut diikutsertakan dalam lomba Idea Pitching. Lomba Idea Pitching merupakan rangkaian dari Festival of Agroindustry (FOA) 2021 IPB University. FOA merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri (Himalogin) IPB University.

Baca juga  Selama Juli 2021, 575 Jenazah di Kabupaten Bogor Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19

Beltsazar berhasil meraih juara satu pada lomba tersebut.  Awal mula Beltsazar mengikuti lomba ini ketika peserta Summer Course TIN IPB University diwajibkan membuat paper. Summer Course TIN IPB University merupakan kolaborasi Departemen TIN IPB University dan College of Engineering Villanova University USA. Pada kegiatan yang berlangsung selama hampir sebulan ini, peserta tidak hanya sekedar mengikuti kuliah daring. Peserta juga wajib menyelesaikan berbagai penugasan tim. Tim peserta summer course ditantang untuk menulis paper terkait dengan topik “Sustainable Agroindustry: Adding Values to Local Commodities in Rural Agroindustry of ChoCoTea (Chocolate, Coffee and Tea)”.

Beltsazar dan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bergabung dalam satu tim. Tim tersebut dibimbing oleh beberapa dosen Departemen TIN IPB University yaitu Dr Endang Warsiki dan Dr Elisa Anggraeni. Mereka mengikuti lomba di cabang Food Technology.

Baca juga  Membaca Kalah Lama dari Main Gawai, Mau Kemana Gerakan Literasi?

“Untuk memberi nilai tambah limbah ampas ceri kopi, limbah tersebut diolah menjadi tepung ceri kopi. Ide tersebut didapatkan dari survei ke masyarakat. Tepung mempunyai umur simpan lebih lama. Tepung ceri kopi membuat makanan menjadi lebih menarik serta menambah rasa dan nutrisi,” jelas Beltsazar.

Tepung ceri kopi memiliki banyak serat dan rendah lemak dibanding tepung lain. Tepung ini mengandung lebih banyak antioksidan, kalsium, potasium, dan besi.

Beltsazar mengatakan bahwa tepung ceri kopi merupakan bahan makanan serbaguna. Tepung ini bisa menjadi bahan pembuatan makanan, minuman dan dessert.

“Harga tepung ini juga terjangkau. Tepung ceri kopi ini dapat memenuhi kriteria konsumen. Saran dari juri adalah aspek pemasaran yang lebih dalam dan menganalisis perbandingan dengan tepung lain,” ungkap Beltsazar dalam rilis IPB University kepada BOGOR-KITA.com, Selasa (10/8/2021).

Baca juga  Aklamasi, Mukri Aji Pimpin MUI Kabupaten Bogor 2020-2025

Dewan juri merupakan dosen dari dalam dan luar negeri, seperti dari Thailand, Amerika Serikat dan Malaysia. Menurut Beltsazar, timnya lebih kreatif dalam menambahkan aspek pemasaran dan testimoni. Beltsazar mengedepankan konsep life without waste. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top