Menteri Sosial Agus Gumiwang salurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Gedung Yayasan Pendidikan Islam (YPI), Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jumat (5/4/2019).

Mensos Salurkan BPNT di Ciawi

BOGOR-KITA.com – Kementerian Sosial menyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Gedung Yayasan Pendidikan Islam (YPI), Kecamatan Ciawi, Jumat (5/4/2019). Bantuan tersebut diberikan secara langsung Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan.

Agus Gumiwang mengatakan, angka kemiskinan dan rasio kesejangan sosial menurun, sesuai hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS) September 2018 lalu.

“Turunnya angka kemiskinam dan memperbaiki rasio kesenjangan sosial ini bukti upaya dan komitmen yang luar biasa dari pemerintah yang di bawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi). Banyak negara tidak bisa menurunkan angka kemiskiman di saat bersamaan juga menekan angka rasio kesenjangan sosial,” tambahnya.

Agus menjelaskan, turunnya angka kemiskinan dan rasio kesenjangan sosial ini juga berkat kerja para ribuan àtau puluhan ribu pendamping PKH.

Dalak kesempatyan itu, Agus mengemukakan, program bantuan ini bisa segera mendorong para KPM untuk dapat menjadi keluarga mandiri. “Tahun 2018 kami telah berhasil mencetak 600 ribu KPM mandiri. Mereka saat ini sudah memulai usahanya masing masing,” terangnya.

Berkaitan dengan KPM Mandiri Agus menjelaskan, pihaknya menargetkan sebanyak 800 ribu KPM bisa lulus menjadi KPM mandiri di tahun 2019. Dirinya sadar, bahwa di luar sana masih banyak warga yang mempunyai hak untuk mendapatkan sentuhan perlindungan sosial melalui program PKH. “Karena anggaran dari pemerintah tidak bisa menyentuh semuanya. Harus ada tahapan, semakin cepat kita membentuk KPM mandiri, maka semakin cepat mereka yang mengantre akan masuk program PKH dan BPNT ini, “terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan bahwa kualitas keluarga sangat menentukan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Artinya keluarga-keluarga yang berkualitas merupakan fondasi bagi terbentuknya masyarakat yang sejahtera, sehingga upaya peningkatan kesejahteraan keluarga harus menjasi prioritas.

“Sasarannya terutama adalah keluarga-keluarga yang hingga saat ini masih tergolong keluarga sangat miskin,”katanya.

Wabup juga menyampaikan bahwa program keluarga harapan di Kabupaten Bogor telah dilaksanakan sejak tahun 2007 dan hingga tahun 2019 telah mampu menjangkay 40 kecamatan, 434 desa/kelurahan dengan jumlah keluarga penerima manfaat sampai tahun 2019 sebanyak 134.558.

“Pengembangan program keluarga harapan telah berhasil mendorong perubahan sikap mental dan kondisi sosial ekonomi rumah tangga sasaran, terbukti setelah beberapa tahun menerima bantuan untuk meringankan beban keluarga di bidang kesehatan dan pendidikan,” tambahnya. [] Admin /Diskominfo Kabupaten Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *