Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Teguh Nugroho

Ombudsman Minta Bupati Bogor Cabut SPAM Sentul City

BOGOR-KITA.com – Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya meminta Bupati Bogor segera melakukan pencabutan izin SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) oleh Bupati Bogor sesuai  putusan MA Nomor: 463 K/TUN/2018 jo Nomor 11/B/2018/PT.TUN.JKT jo Nomor 75/G/2017/PTUN-Bdg tanggal 11 Oktober 2018. Ombudsman mengapresiasi penyusunan rencana kerja termasuk surat keputusan masa transisi izin SPAM dari PT Sentul City kepada PDAM Tirta Kahuripan.

“Masa transisi tersebut sangat penting agar masyarakat di kawasan Sentul City dapat menikmati air bersih sebagaimana hak setiap warga negara Indonesia,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Teguh P. Nugroho dalam siaran pers yang diterima BOGOR-KITA.com, di Bogor Jumat (5/4/2019),

Teguh P. Nugroho menyatakan pencabutan SK Bupati atas penerbitan SPAM dan proses rencana kerja selama masa transisi sesuai dengan tindakan korektif dalam Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) yang telah disampaikan oleh Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya pada tanggal 27 November 2018, serta proses monitoring pelaksanaan LAHP, termasuk proses rekonsiliasi para pihak dan meminta pendapat dari beberapa lembaga negara lain yakni: Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat, Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat, dan Badan Peningkatan Pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM).

“Keputusan Bupati untuk mencabut Izin SPAM dan rencana tindak lanjut dalam masa transisi, akan memberikan kepastian hukum atas putusan MA yang memerintahkan Bupati Bogor mencabut Izin SPAM kepada Sentul City dan mengembalikan pengelolaan air minum di kawasan Sentul City kembali ke negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum,” kata Teguh.

Teguh melanjutkan kekhawatiran pelaku usaha dan sebagian warga Sentul City bahwa pengembalian pengelolaan air minum kembali ke negara melalui PDAM Tirta Kahuripan akan menyebabkan terhentinya pelayanan air minum, merupakan kekahawatiran yang berlebihan. Selama ini PDAM Tirta Kahuripan merupakan pemasok 95% air curah bagi PT. Sentul City cq PT. SGC.

“Para pelaku usaha dan warga Sentul City justru memiliki jaminan kepastian yang lebih besar atas ketersediaan pasokan. Dengan izin SPAM yang dikembalikan kepada PDAM, PT Sentul City tetap dapat memberikan kontribusi terhadap penyediaan air bersih bagi kawasan tersebut dengan melakukan proses penyediaan air baku untuk dikelola oleh PDAM baik dalam bentuk bagi hasil maupun dalam bentuk hibah,” pungkasnya. [] Admin

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *