Hukum dan Politik

Mahasiswa yang Dipukul Satpol PP Kabupaten Bogor, Mengadu ke LBH Bogor

Zentoni

BOGOR-KITA.com – Muhammad Sudrajat, mahasiswa Universitas Djuanda Bogor yang dipukul Satpol PP Kabupaten Bogor saat aksi unjuk rasa tanggal 12 Mei 2015, mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor. “Sudrajat sudah resmi menunjuk LBH Bogor sebagai kuasa hokum untuk menangani perkaranya,” kata Direktur LBH Bogor, Zentoni, SH. Kepada BOGOR-KITA.com, Rabu (27/5/2015 ).

Zentoni mengemukakan, LBH Bogor menilai tindakan pemukulan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP Kabupaten Bogor  tersebut tidak manusiawi dan melanggar hak azasi manusia (HAM).

Setiap warga negara, berhak menyatakan pendapat karena dijamin oleh Pasal 5 Undang-undang No. 09 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampikan Pendapat di Muka Umum, yang menyebutkan "warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum berhak untuk mengeluarkan pikiran secara bebas dan memperoleh perlindungan hukum".

Baca juga  ESDM dan BPT Saling Tuding Soal Izin Pertambangan Rumpin

Oleh karena itu pemukulan yang dilakukan oleh oknum Sat-Pol PP Kabupaten Bogor merupakan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 351 KUHP tentang Penganiyaan dengan ancaman 2 tahun 8 bulan penjara.

Zentoni mengemukakan, saat ini korban sudah melaporkan kasusnya ke Kepolisian Resor Bogor dengan nomor LP: STBL/B/447/V/2015/JBR/RESBGR tanggal 13 Mei 2015. 

“LBH Bogor meminta kepada Kepolisian Resor Bogor agar segera melakukan penyidikan perkara ini untuk menemukan tersangkanya,” kata Zentoni. [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top