Netizen

Literasi Amal, Siapa Follower Sejati Anda?

TBM Lentera Pustaka, Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor

Oleh: Syarifudin Yunus,

(Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka Bogor)

BOGOR-KITA.com, TAMANSARI – Ibarat di media sosial, hari ini banyak orang berlomba-lomba memiliki “follower” yang berjuta-juta. Atau setidaknya ingin pula banyak yang “nge-like” atau ‘subscribe” pada setiap postingannya. Tapi sayang itu semua hanya urusan dunia. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan kebaikan atau pun amal seseorang. Namanya media sosial tentu hanya aksesori karena memang lagi zamannya. Bukan substansi sama sekali.

Sementara “amal”, bisa jadi tidak banyak yang mau berlomba-lomba untuknya. Tentu, dengan berbagai alasan. Padahal konon kabarnya, amal itu mudah. Bisa berupa ucapan, perbuatan, atau getaran hati. Mungkin, karena amal memang kurang populer. Sulit mendapatkan “follower”.

Baca juga  Kementerian PUPR Responsif Perbaiki Jalan Raya Kemang Parung

Semoga kita tidak lupa. Justru amal itulah yang akan jadi “teman ketika waktu berakhir tiba”. Saat istri, suami, anak, bapak, ibu, tetangga, sahabat, tak kenal lagi sosok kita. Maka, amal itulah yang akan berbicara. Tentang siapa kita, tentang apa yang telah kita perbuat sebelum wafat? Baik amal jariyah, amal ibadah, maupun amal saleh.

Seperti tamam bacaan, di manapun. Adalah “ladang amal” untuk siapa pun. Taman bacaan  ada untuk menambah timbangan kebaikan pengelolanya. Bahkan jadi arena kebaikan untuk anak-anak dengan buku. Agar ke depan, menjadi orang-orang yang literat. Orang-orang dewasa yang berpihak kepada kebaikan, kemanfaatan. Jadi, taman bacaan pun amal. Daripada berdiam diri atau melakukan aktivitas yang sia-sia. Maka taman bacaan pun bisa jadi solusi setiap orang. Seberapa pun kontribusinya, sumbangsihnya untuk eksistensi taman bacaan.

Baca juga  Menko Muhadjir Effendy: Bencana Gunung Mas, Dampak Badai La Nina

Untuk siapa pun, bila disadari, justru “follower” sejati itu adalah “amal”. Karena amal akan terus mengikuti pemiliknya sampai ke alam kubur.  Hanya ada 1 dari 3 yang mengantar mayat yang tidak akan kembali. Yaitu amal. Sementara harta dan keluarga pasti akan kembali ke dunia.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya. Kecuali 3 perkara yaitu: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).

Siapa pun boleh jadi apa pun. Mau jadi kaya, punya pangkat, memiliki jabatan bahkan mau segalanya yang diinginkan, silakan. Tapi jangan lupa untuk tetap ber-amal, tetap menebarkan kebaikan dan kemanfaatan untuk orang lain. Amal, memang mudah bagi yang mau tapi sulit bagi yang enggan.  Maka amal, harus selalu dijaga dan ditingkatkan. Agar tidak rusak dan tidak terhapus di kemudian hari.

Baca juga  Wakil Wali Kota Depok Terpilih Positif Covid-19, Dirawat di RS Mitra Keluarga

Perbaiki terus amal, jadikan taman bacaan sebagai ladang amal. Siapa pun dan sampai kapan pun. Karena di zaman now, banyak orang berani mendaki gunung menyeberangi lautan. Tapi sayang bila amal justru dihindari. Salam literasi.[]

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top