Hotel Saya belum selesai

Kontraktor Hotel Sayaga Didenda Rp3,6 Miliar

BOGOR-KITA.com – PT Sayaga Wisata, BUMD Kabupaten Bogor menjatuhkan denda kepada penyedia jasa pembangunan Hotel Sayaga di kawasan Jalan Tegar Beriman hingga Rp 3,6 miliar. Denda tersebut diberikan dalam jangka waktu 90 hari pasca diberikan kesempatan untuk kelanjutan pembangunan.

Direktur Utama (Dirut) PT. Sayaga Wisata, Supriyadi Jufri mengatakan, pihaknya mempertimbangkan pemberian kesempatan kepada PT. Amata Karya selaku penyedia jasa setelah melalui beberapa pertimbangan.

“Sebenarnya bisa saja kita putus kontraknya, tapi pertimbangnnya kalau diputus kontrak itu harus tender ulang, RAB (Rencana Anggaran Biaya) nya harus dibikin baru, apalahi harganya pasti berbeda dengan yang pertama. Hitung-hitungan saya, kita harus nambah Rp 4 sampai Rp 5 miliar,” kata Jufri kepada wartawan, Rabu (26/2/2019).

Selain itu, kata dia, pemberian kesempatan ini juga mempertimbangkan proses waktu lelang, di mana jika kontrak diputus maka waktu pelaksanaan pekerjaan bisa mundur hingga delapan bulan. Sebab, ada pemeriksaan, kemudian audit yang menyebabkan keterlambatan pengerjaan.

“Makannya direksi sepakat memberikan kesempatan. Tapi tetap dengan denda, hitungannya sekitar Rp 3,6 miliar sampai pemberian kesempatan itu berakhir selama 90 hari sejak tanggal 31 Desember 2018,” jelas Jufri.

Namun dalam pembangunan Hotel Sayaga tahap pertama, Jufri mengaku ada perubahan desain yang harus dikerjakan penyedia jasa. Salah satunya adalah lahan urugan yang ada di depan bangunan yang kini direncanakan akan dibuat jembatan.

“Jadi target selesai itu pada bulan April. Pembangunan tahap pertama harus sudah selesai sesuai hitungan waktu 90 hari,” tegas Jufri.

Untuk pembangunan fisik, Direksi PT.Sayaga Wisata mengalokasikan Rp 33 miliar. Harapannya, 80-100 kamar bisa disiapkan lengkap dengam ballroom dan kolam renang yang berdiri di atas lahan seluas 3000 meter persegi.

Sambil berjalan, PT.Sayaga Wisata sebelumnya juga telah mengajukan penambahan anggaran untuk pembangunan hotel tahap kedua. Permohonan tersebut diterima oleh DPRD Kabupaten Bogor dan telah diparipurnakan beberapa waktu.

Hanya saja, hingga saat ini PT.Sayaga Wisata belum melaksanakan pembangunan tahap kedua karena proses pengajuan lelang masih berjalan. “Tahun ini kami fokus dulu untuk pembangunan 80 kamar sesuai penyertaan modal pertama sama interior yang baru lelang. Karena untuk penambahan kamar itu lelangnya belum dilakukan,” ujar Direktur Operasional PT. Sayaga Wisata, Ivan Fadilla.

Dalam pengajuan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) tahap kedua sebesar Rp 68,7 miliar, Ivan mengaku pihaknya merubah sedikit desain bangunan yang sudah berjalan untuk kebutuhan parkir kendaraan di area hotel.

Ivan menerangkan, banyak kendala yang dihadapi pihaknya saat membangun hotel bintang tiga di kawasan Tegar Beriman tersebut. Paling mendasar, kata dia, yakni lahan yang disiapkan untuk pembangunan dengan kondisi rawa juga basah yang menyebabkan proses pembangunan awal cukup sulit dilakukan.

Selain itu, menurutnya, level ketinggian tanah danau yang lebih rendah ditambah minimnya jalan air (got) di trotoar menambah parahnya air yang tumpah ke bawah. “Tapi kita tetap bekerja semakimal mungkin. Target sekitar Maret atau April tahun 2019 sudah bisa digunakan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala ULPBJ Kabupaten Bogor Budi CW mengatakan, saat ini PT.Sayaga Wisata baru mengajukan surat permohonan permintaan kelompok kerja (Pokja) pemilihan untuk lelang pembangunan tahap kedua. “Sekitar 5 orang yang kami tugaskan untuk membantu proses lelang,” kata Budi.

Lima anggota Pokja Pemilihan tersebut ditugaskan untuk membantu pemberkasan lelang PT.Sayaga Wisata ke ULPBJ Kabupaten Bogor. “Pengawasan dari mereka (5 orang Pokja) untuk pelelangan tahap kedua ini, dilalukan sampai pelaksanaan tendernya selesai,” ungkap Budi. [] Admin/Pkr

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


One thought on “Kontraktor Hotel Sayaga Didenda Rp3,6 Miliar

  1. Cikass01

    Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai.
    Itulah yg akan dirasakan kontraktor pembangunan hotel milik pemkab Bogor.
    Dan siapun yg bermain api diproyek ini akan ikut terbakar.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *