Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), mengunjungi SD IT Bina Mujtama di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jumat (1/2/2019).

Kementerian Perlindungan Anak Kunjungan SD IT Bina Mujtama

BOGOR-KITA.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), mengunjungi SD IT Bina Mujtama di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jumat (1/2/2019).

Kepala Tim KPPPA, Dra Valentina menjelaskan, kedatangan pihaknya untuk meminta klarifikasi, sekaligus melakukan rencana penanganan kepada siswi yang diduga mengalami kekerasan fisik di sekolah trsebut.

“Dari informasi yang kami terima, bahwa ada dugaan pemberian hukuman fisik (push up) kepada salah seorang siswi atas dasar permasalahan pembiayaan administarsi,” jelasnya.

Dari hasil klarifikasi yang dilakukan pihak sekolah, serta bukti dan keterangan yang diberikan berbagai pihak, kejadian tersebut memang benar terjadi, namun tidak dalam konteks penghukuman.

“Secara prosedur memang pemberian hukuman fisik tidak dibenarkan kepada anak. Akan tetapi, dari penjelasan pihak sekolah diketahui bahwa tindakan tersebut bukan dikarenakan permasalahan yang heboh diberitakan, melainkan karena keterlambatan siswi tersebut dan rekan-rekan pada saat pelaksanan ujian. Jumlah hukuman push up tidak 100 kali melainkan hanya beberapa kali saja,” tutur Valentina.

Valentina mengemukakan, untuk tindakan selanjutnya pihaknya akan melakukan konseling kepada orangtua, serta siswi yang bersangkutan, guna melihat dan melakukan terapi pencegahan traumatis kepada anak.

Kepala SD IT Bina Mujtama, M. Romadhon Budi Setiawan mengemukakan, pihaknya berterimakasih dengan adanya kunjungan serta konseling dari pihak Kementerian PPPA.

“Untuk memberikan rasa nyaman dan memberikan motivasi kepada siwi tersebut, pihak sekolah berencana melakukan home visit dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SD Disdik Kabupaten Bogor, Wawan Kuswandi mengatakan, pihaknya akan terus mengawal kasus ini.

“Keikutsertaan dan kelanjutan pelayanan pendidikan bagi siswi tersebut menjadi prioritas utama Disdik. Prihal manajemen dan instansi internal sekolah, kami serahkan kepada yayasan,” pungkasnya. []Admin/Situs Pemkab Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *