Kota Bogor

Kecamatan Bogor Timur Kembangkan Metode Indoor Vertical Farming

bogor timur

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kecamatan Bogor Timur mengembangkan cara bertani modern dengan konsep indoor vertical farming.

Indoor vertical farming dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dengan teknik menanam secara bertingkat di dalam ruangan. Dengan cara menanam seperti ini bisa menjadi solusi berkebun di lahan yang sudah minim di Kota Bogor.

Camat Bogor Timur, Rena Da Frina mengatakan, indoor vertical farming ini merupakan program Corporate Social Responsibilty (CSR) PT Agrifarm sebagai sarana edukasi mengenai budidaya tanaman dengan metode vertical farming yang dapat dimanfaatkan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

“Jadi mereka mencoba konsep untuk pertanian masa depan. Prediksi ke depan dengan meningkatnya populasi tidak menutup kemungkinan akan semakin sedikitnya lahan terlebih di perkotaan. Pemenuhan kebutuhan pangan juga akan semakin meningkat. Maka metode ini bisa dimanfaatkan karena tidak memerlukan lahan yang luas,” ucap Rena, Rabu (23/3/2022).

Baca juga  Lengkapi Persyaratan CDPOB Bogor Timur dan Indramayu Barat, Komisi I Serap Pendapat Pakar

Menurut Rena, metode vertical farming yang dikembangkannya saat ini merupakan hal baru, tempatnya di dalam ruangan gedung. Berbeda dengan teknologi pertanian hidroponik yang sudah ada sebelumnya diterapkan dalam green house.

Oleh karena itu, kata Rena, pada indoor vertical farming ini ada sentuhan teknologi modern, salah satunya penggunaan LED grow light sebagai cahaya buatan untuk menyinari tanaman atau fungsinya sebagai pengganti sinar matahari.

“Selain perangkat lampu khusus tanaman, juga dipasang air conditioner (AC) dengan pengaturan suhu untuk di dalam ruangan. Perangkat lain yang digunakan yaitu bak berukuran besar berikut pompa untuk memasok air nutrisi dari bak ke tanaman melalui instansi hidroponik,” katanya.

Baca juga  Bogor Timur Semarakkan HJB ke-533 dengan Bogor Timur Cerdas

Selain bisa dilakukan di lahan terbatas dan berbagai tempat, metode vertical farming lebih hemat dalam penggunaan air sampai dengan 90 persen.

“Kualitas tanaman yang dihasilkan lebih sehat dan bersih. Karena ruangan ini juga cukup steril,” ujarnya.

Mantan Lurah Babakan Pasar ini menjelaskan, untuk perawatan yang perlu diperhatikan dalam proses bertani seperti ini yaitu pengecekan kondisi PPM nutrisi, pH air, sanitasi lingkungan termasuk tanaman rutin dilakukan secara berkala dan pencahayaan lampu dipastikan tetap terjaga.

Saat ini, lanjut Rena vertical farming di Kecamatan Bogor Timur telah memasuki masa tanam kedua dengan jenis sayuran kangkung hasil dari pembibitan secara mandiri. Sementara pada masa tanam pertama jenis sayuran yang ditanam berupa pakcoy dan selada.

Baca juga  Jelang Lebaran, Sapi Potong Meningkat dari 50 menjadi 500 Ekor Per Hari

Ia mengaku dirinya memang masih perlu banyak belajar lagi mengenai teknologi pertanian yang dimanfaatkan tersebut. Namun produksi dari budidaya kemarin itu setara dengan 50 kilogram sayuran.

Setelah sayuran kangkung, ia akan mengembangkan budidaya untuk jenis tanaman lainnya pada media tanam empat rak dengan 300-an lubang tanam tersebut. Rencananya berbagai edible flower.

“Memang kalau dari segi untuk jual pastinya belum (tercukupi), karena cost-nya lebih tinggi. Jadi ini (indoor vertical farming) kami gunakan untuk edukasi memperkenalkan mengenai pertanian masa depan,” tutupnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top