Warga bersama pengurus lingkungan dan Pemdes Kertajaya gotong royong memperbaiki jembatan. Kades Kertajaya tampak turun langsung dalam kegiatan tersebut.

Jembatan Bambu di Desa Kertajaya Rumpin Memprihatinkan

BOGOR-KITA.com – Pembangunan infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan di daerah pedalaman dan perbatasan, perlu terus diperhatikan dan ditingkatkan. Harapan ini disampaikan warga masyarakat Kabupaten Bogor.

Seperti dituturkan seorang bocah bernama Muhamad Alif (6) yang mengaku was – was saat melintas di atas jembatan gantung terbuat dari bambu yang saat ini kondisinya sudah keropos. Jembatan bambu penghubung antara Kecamatan Rumpin dan Kecamatan Parungpanjang tersebut, terletak di Kampung Bojong RT 01 RW 03 Desa Kertajaya Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

“Saya takut, soalnya jika melintas ada suara krek-krek seperti jembatan mau roboh,” ucap Muhamad Alif saat menyeberang jembatan bambu bersama ibu dan adiknya.

Sementara Sanih (40) ibu Alif mengungkapkan, dirinya terpaksa turun dari motor bersama kedua anaknya, karena khawatir dengan kondisi jembatan yang sudah rapuh. “Saya mau kondangan, jembatan ini adalah jalan terdekat dan biasa kami lewati. Warga kampung juga menggunakan jembatan ini,” ungkap Ibu 5 anak yang mengaku tinggal di Kampung Gugunung RT 01 RW 02, Desa Mekarsari Kecamatan Rumpin.

Pantuan wartawan di lokasi, jembatan bambu tersebut merupakan akses utama masyarakat sekitar. Jembatan bambu membentang di atas ketinggian 7 meter dari permukaan air Kali Cimanceri, dengan lebar sekitar 1.5 meter dan panjang sekitar 26 meter.

Jembatan gantung bambu ini, hanya terikat kain pakaian bekas. Rasa khawatir masyarakat semakin beralasan, karena saat ini mulai musim penghujan, dan air Kali Cimanceri seringkali meluap hingga melewati jembatan tersebut.

Haeril Anwar (21) warga Desa Cikuda Kecamatan Parungpanjang, yang sering melintas di jembatan bambu tersebut, mengungkapkan rasa ketakutan yang sama. Menurutnya, warga terpaksa melintas jembatan gantung dari bambu tersebut karena tidak ada lagi akses terdekat dari Parungpanjang menuju Rumpin.

“Meski menakutkan, mau bagaimana lagi, tidak ada lagi akses terdekat, saya setiap hari menyeberang jembatan gantung dari bambu tersebut,” terangya.

Rudi Jaya selaku Kepala Desa Kertajaya Kecamatan Rumpin mengatakan, ada dua jembatan gantung dari bambu yang sering digunakan warga. “Tepatnya berada di Kampung Bojong RT 01 RW 03 dan satunya lagi di RT 02 RW 03 Desa Kertajaya Kecamatan Rumpin. Jembatan ini penghubung Desa Cikuda Kecamatan Pada dan Desa Kertajaya Kecamatan Rumpin,” jelasnya.

Rudi juga membenarkan, bahwa jembatan tersebut banyak digunakan warga untuk melintas guna menjalankan aktifitas sehari-hari seperti bekerja, sekolah ke pasar dan lainnya.

Rudi Jaya mengungkapkan, untuk jembatan yang berada di RT 02 RW 03, warga dan Pemerintah Desa Kertajaya sudah berupaya memperbaiki sesuai kemampuan yang ada dengan cara gotong royong.

“Jadi aspirasi warga memang sudah sering disampaikan, kami Pemdes juga sudah berupaya mengajukan usulan perbaikan jembatan tersebut. Namun hingga saat ini belum ada jawaban dan realisasi,” ungkapnya.

Kades Rudi Jaya berharap agar masyarakatnya tetap bersabar. Selain faktor kemampuan anggaran desa yang terbatas, perbaikan jembatan tersebut juga memerlukan koordinasi lintas kecamatan, karena merupakan akses bagi dua wilayah kecamatan.

“Untuk solusi sementara, warga dan Pemdes Kertajaya sudah berupaya semampunya dengan gotong royong. Namun, kami juga terus menyampaikan aspirasi ini ke tingkat kecamatan dan kabupaten, untuk mendorong usulan perbaikan dan pembangunan jembatan gantung tersebut,” katanya. [] Admin/Pkr

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *