Jadi Pilot Project, SDN Kencana 3 Dikunjungi 12 Pejabat Kementerian Pendidikan dari 9 Negara

Jadi Pilot Project, SDN Kencana 3 Dikunjungi 12 Pejabat Kementerian Pendidikan dari 9 Negara

BOGOR-KITA.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kencana 3 Kelurahan Mekar Wangi Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Rabu (16/11/2016) mendapat kunjungan 12 pejabat kementerian pendidikan dari 9 negara Asia Afrika. Rombongan diterima Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Edgar Suratman didampingi Kepala Sekolah SDN Kencana 3 Rini Mulyani serta para Guru SDN Kencana 3. Para peserta rombongan melakukan kunjungan ke Kota Bogor karena ingin mengetahui kegiatan belajar mengajar di Indonesia.
Kusakabe Tatsuya dari Hiroshima, Jepang, merasa senang bisa bertukar pengetahuan tentang proses pembelajaran di Indonesia. “Tujuan kedatangan ini ingin saling belajar bagaimana siswa belajar di kelas. Lalu siswa itu bisa membantu kita guru-guru juga memperbaiki pendidikan di Indonesia. Jadi bukan hanya untuk sekarang tapi juga untuk masa depan,” kata Kusakabe.
Kusakabe yakin, dengan adanya kunjungan ini, guru-guru dan siswa juga belajar dan bisa membantu mengembangkan pendidikan di Indonesia. Karena tidak hanya di Jepang, Kusakabe yakin Indonesia dan negara lainnya ingin terus memajukan pendidikan di masing-masing negaranya. Untuk itu Kusakabe berharap, kerjasama antara Kota Bogor dengan Hiroshima University dapat terus berlanjut.
Dalam kesempatan itu, Edgar mengatakan, kunjungan 12 pejabat kementerian pendidikan dari 9 negara harus disyukuri. Terlebih, Kota Bogor terpilih sebagai pilot project. Kebetulan, Universitas pakuan sudah bekerjasama dan bermitra untuk mengadakan komunikasi dan koordinasi tentang proses pembelajaran.
“Tentunya pembelajaran ini cukup memberikan inovasi dan motivasi bagi anak. Bagaimana anak itu tidak pasif menerima informasi atau arahan dari itu, tapi bagaimana anak aktif juga bisa mencerna dan memahami apa yang disampaikan dan sekaligus memberikan pernyataan,” tandas Edgar.
Bila program ini berlanjut, harap Edgar akan memberikan spirit kepada anak-anak. Program ini akan mendorong anak-anak energik dan dinamis. Edgar meyakini, program tersebut akan sangat efektif bila dikolaborasikan dengan konsep pembangunan kearifan lokal ngabogor.
“Mudah-mudahan ini bisa membawa aplikasi tentang bagaimana menumbuhkan menajamkan dan memperdaya kurikulum 2013. Karena pada hakekatnya kurikulum 2013 itu tidak hanya anak bagaimana ilmunya diperoleh, tapi bagaimana sikap dan perilakunya tercermin yang bisa menghasilkan kecerdasan intelektual, emosional spiritual dan sosial. Semoga saja ini bisa bermanfaat, sehingga sejak dini anak sudah memberikan penguatan karakter,“ harap Edgar. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *