Menkominfo Rudiantara

Internet Masuk Desa di Jabar, Mekominfo: Tak Perlu Khawatir

BOGOR-KITA.com – Tak perlu khawatir warga desa akan terkena dampak negatif internet. Penegasan ini dikemukakan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara saat mendampingi Gubernur Jabar Ridwan Kamil meluncurkan program desa digital di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (14/4/2019). Peluncuran desa digital disaksikan warga desa setempat. Juga hadir Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia Eko Putro Sandjojo.

Menurut data Kementerian Dalam Negeri tahun 2015, jumlah desa di Jabar mencapai 5.389 desa.

Untuk tahap awal, program Desa Digital meliputi 600 desa berkembang dan tertinggal di Jawa Barat.

Sebanyak 600 desa berkembang dan tertinggal ini segera terpasang wifi gratis. Ke-600 desa berkembang dan tertinggal penerima wifi gratis ini tersebar di 27 kabupaten/kota di Jabar.

Desa-desa beruntung ini merupakan usulan warga Jabar yang disampaikan langsung ke media sosial Gubernur Jabar.

Menkominfo Rudiantara menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan pengaruh negatif internet. Sebab Kominfo akan selaku mengawasi dan mengedukasi relawan TIK (teknologi informasi dan komunkasi) yang akan menjadi pendamping warga.

“Untuk menangkal pengaruh negatif dari internet masuk desa, nanti warga dan kepala desanya diedukasi. Contohnya tentang berita hoaks oleh teman-teman relawan TIK,” ujar Rudiantara.

Para pendamping, kata Menteri, juga akan mengajarkan warga desa bagaimana memanfaatkan peluang UMKM melalui e-commerce dan literasi menghindarkan konten-konten negatif.

“Tujuan kami bersama Pak Gubernur, Desa Digital ini adalah agar kesenjangan digital (masyarakat) menipis. Jangan hanya orang kota saja tapi semua harus merasakan (internet),” kata Rudiantara.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov. Jawa Barat Dedi Supandi memastikan pendampingan yang dilakukan guna menjamin informasi yang dibuka hanya yang positif dan produktif.

Dikatakan, Desa Digital di 600 desa ini melengkapi program hampir serupa yang pernah dilakukan yakni Kampung Perikanan Digital bersama e-fishery. Kampung ini telah dluncurkan di Desa Puntang, Kabupaten Indramayu beberapa waktu lalu.

Nantinya, diharapkan lebih banyak desa digital di Jabar yang menyesuaikan potensi masing-masing desa. Sehingga desa digital ini menjadi etalase atau percontohan inovasi teknologi yang disinergikan dengan potensi desa. [] Admin/Pemdaprov Jabar



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *