Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim

Ini Kluster Corona di Kota Bogor  

BOGOR-KITA.com, BOGOR –  Jumlah kasus corona di Kota Bogor lebih tinggi dibanding Kabupaten Bogor. Jumlah Orang dalam Pemantauan di Kota Bogor menurut data update Kamis (26/3/2020) pukul 14.00 WIB mencapai 567 orang. Sedang di Kabupaten Bogor, jumlah ODP menurut  data update Kamis (26/3/2020) pukul 19.00 WIB 220 orang. Jumlah pasien yang meninggal di Kota Bogor mencapai 6 orang sementara di Kabupaten Bogor 1 orang.

Jumlah kasus Pasien Dalam Pengawasan pada data update yang sama, Kota Bogor lebih rendah dibanding Kabupaten Bogor. Kasus PDP di Kota Bogor mencapai 33 orang, sementara di Kabupaten Bogor 61 orang. namun, akumulasi kasus corona di Kota Bogor jauh lebih besar dibanding di Kabupaten Bogor.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  sebelumnya menyebut 4 kluster corona di Jabar. Yakni Kluster pertama adalah acara Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar di Kabupaten Karawang. Kluster kedua dan ketiga yakni dua seminar di Bogor. Keempat, seminar keagamaan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Baca juga  Tanggulangi Kemiskinan di Kota Bogor, TKPKD Gelar Rakor

Usai melaksanakan rapid test di Kota Bogor Bogor, Kamis (26/3/2020), Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, pihaknya sudah membagi beberapa kluster corona di Kota Bogor. Yakni kluster

Sempur, Babakan Madang,  dan  BNR.  Kalau yang positif Covid-19 di Kota Bogor ada di kluster BNR dan Turki.

“Ada kabar baru kluster Sempur ada 6 orang dan semuanya dinyatakan negatif. Klaster Sentul 2 orang dinyatakan negatif, klaster Katulampa 12 orang dinyatakan negatif.

Sebanyak 16 orang dari HIPMI yang di-rapid test semuanya negatif.

Dalam kesempatan tersebut Dedie A Rachim menginformasikan sudah mendistribusikan APD (Alat Pelindung Diri) sebanyak 1.560 pcs ke Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinkes diminta untuk segera mendistribusikan kepada rumah sakit dan pihak-pihaknya yang langsung menangani medis.

“1.500 APD berasal dari Pangdam III Siliwangi. Selain itu ada 90 liter dan 100 botol hand sanitizer, masker N95, sarung tangan dan APD lainnya,” kata Dedie dalam keterangan tertulis. [] Hari

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *