Kab. Bogor

Relawan Covid-19

Oleh: Ade Yasin

(Bupati Bogor, Ketua  Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor)

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Lembaga Survey Denny JA atau LSI Denny JA  keluar dengan hasil riset yang mengatakan, bahwa Kabupaten Bogor adalah salah satu daerah yang berhasil melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Dari 18 daerah PSBB yang diriset, tidak ada yang memperoleh nilai A atau istimewa.  Namun ada 4 daerah yang memperoleh nilai B, salah satunya adalah Kabupaten Bogor.

BOGOR-KITA.com sebelumnya juga mebuat perhitungan, bahwa di antara lima daerah di Bodebek, warga Kabupaten Bogor paling disiplin menjalankan PSBB. Paling disiplin dihitung dari perbandingan antara jumlah populasi Kabupaten Bogor dengan jumlah warga yang tertular atau positif corona, di mana dari 1.000 warga Kabupaten Bogor hanya 2 yang tertular. Daerah lain di Bodebek lebih tinggi.

Secara cepat saya ingin mengatakan, jangan terbuai, jangan terlena dengan nilai rapor dan angka-angka itu. Sebab, faktanya, sampai saat ini, penularan masih terjadi di Kabupaten Bogor. Pada Sabtu 9 Mei 2020, ada lima orang warga Kabupaten Bogor yang dinyatakan positif corona. Ukuran saya itu saja, yakni masih terjadi penularan di Kabupaten Bogor. Oleh sebab itu, jangan terlena, jangan terbuai, penularan ini harus dihentikan secepatnya.

Saya mengingatkan bahwa potensi penularan di Kabupaten Bogor masih tinggi.

Baca juga  Ade Yasin Pimpin Boling di Dramaga, Dihadiri Ribuan Masyarakat

Pertama, terkait pasar. Di Kabupaten Bogor ada pedagang sayur tertular. Dia berjualan di rumah, tetapi diduga tertular saat belanja ke pasar. Peristiwa ini harus menjadi pelajaran, bukan hanya pelajaran bagi pedagang sayur yang harus lebih hati-hati, tetapi juga bagi rumah tangga pembelinya.

Soal pasar dan pedagang sayur yang tertular corona, tidak hanya terjadi di Kabupaten Bogor tetapi di beberapa daerah di Indonesia. Di Yogyakarta bahkan ada sebuah supermarket yang sekarang menjadi masalah karena terpapar corona.

Kemudian kereta api atau KRL. Sudah terbukti, penumpang KRL menjadi salah satu tempat penularan. Kondisinya mengkhawatirkan karena penumpang KRL pembawa virus corona adalah orang tanpa gejala atau OTG. Pemeriksaan suhu tubuh tidak mampu mendeteksi virus yang dalam tubuh mereka.

Tempat rawan lain adalah perusahaan atau pabrik yang masih beroperasi di Kabupaten Bogor. Kejadiannya sudah ada di Surabaya. Karena kejadian itu, kasus positif corona di Jawa Timur melonjak tinggi. Jawa Timur sekarang menjadi daerah terbanyak kedua terpapar corona setelah Jakarta, menggantikan posisi Jawa Barat yang bergeser ke posisi ketiga.

Kemudian, mudik. Momentum mudik juga harus menjadi kekhawatiran, karena orang yang berasal dari zona merah di luar Kabupaten Bogor akan masuk ke Kabupaten Bogor.

Baca juga  Positif Covid-19 Meninggal di Kabupaten Bogor Bertambah 4 Menjadi 11

Kemudian Idul Fitri. Ada tiga peluang penularan di momentum Idul Fitri. Pertama, shalat Ied. Pemerintah memang sudah melarang,  tetapi tidak menutup kemungkinan ada yang nekat melakukan shalat Ied di masjid atau di lapangan dan menimbulkan kerumunan.

Kedua, silturahmi. Tidak tertutup kemungkinan masih ada yang saling berkunjung dari satu rumah ke rumah kerabat yang lain saat Idul Fitri. Ketiga, warga Jakarta yang tidak mudik, plesir ke daerah Kabupaten Bogor seperti objek wisata dan lain sebagainya.

Pasar, KRL, mudik, dan Idul Fitri adalah beberapa tempat dan momentum yang mengkhawatirkan. Jika tidak terkendali, tidak terkontrol, maka penularan bisa meledak. Kabupaten Bogor bisa berkembang menjadi sarang corona menggantikan Jakarta atau Jawa Timur. Kalau sempat terjadi kita semua akan semakin repot dan semakin terancam.

Kabupaten Bogor sudah merekrut relawan. Jumlah pendaftar sebanyak 1.045. Dari jumlah itu 300 orang di antaranya sudah memenuhi  syarat, baik kualifikasi teknis maupun administrasi. Hari Senin ini akan dtuntaskan, untuk selanjutnya turun ke lapangan.

Relawan yang direkrut terdiri dari tenaga medis (dokter umum, perawat), tenaga kesehatan (pranata laboratorium, tenaga gizi, apoteker, tenaga teknis farmasi, tenaga kesehatan lingkungan), tenaga penunjang (petugas teknologi informasi, trauma healing, rekam medik, pendistrisibusian makanan, kebersihan, keamanan, pengemudi, pemelihara gedung, laundry dan petugas steril), dan manajemen (manajemen operasional, administrasi) dan lain sebagainya.

Baca juga  Komisi X DPR RI Penuhi Permintaan Ade Yasin, Bangun Kampus di Bogor Timur

Saya berharap banyak kepada kalian wahai para relawan. Tugas kalian tugas kemanusiaan, sebuah tugas yang sangat mulai di mata Allah.

Saya meminta tempat-tempat rawan seperti pasar, KRL, perusahaan yang masih beroperasi, peristiwa mudik dan momentum idul fitri, harus menjadi perhatian.

Pemerintah Kabupaten Bogor pada 31 Maret 2020 sudah mengeluarkan perintah kepada para camat untuk menggerakkan para kepala desa untuk membentuk Kampung/RW Siaga Corona di wilayah masing-masing. Kalau dihitung, dari 416 desa yang ada di Kabupaten Bogor, ada sekitar 3.795 RW Siaga Corona yang sudah terbentuk.

Saya berharap para relawan, bersama seluruh aparat pemerintah, aparat keamanan, para alim ulama, para cerdik cendikia, tokoh masyarakat yang selama ini sudah mengambil peran masing-masing, bersama  3.795 RW Siaga Corona yang sudah terbentuk, bisa bersinergi secara optimal melawan corona dan mengomunikasikan, membujuk, memberiKan pengertian kepada seluruh warga Kabupaten Bogor untuk menjaga diri agar tidak tertular corona.

Kita langitkan doa, kita lambungkan optimisme, kita tingkatkan kerja keras bahwa kita bisa memutus mata rantai penularan, sehingga sebelum bulan Mei berakhir, corona sudah musnah dari Kabupaten Bogor. Insya Allah. []

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top