Sejak direlokasi Senin (19/11/2018), PKL Surken mulai berdagang normal di Plaza Bogor.

Ini Kata PKL Surken Setelah Berdagang di Tempat Baru

BOGOR-KITA.com – Seperti apa PKL Suryakencana setelah direlokasi ke tempat yang baru sejak Senin (19/11/2018).

Dari pantauan di Lantai Dasar Gedung Plaza Bogor, salah satu tempat relokasi, sudah sekitar 20 pedagang yang mulai berjualan di lokasi baru tersebut. Selain pedagang kuliner, terlihat pula pedagang batu akik, jam tangan dan warung klontongan yang biasa memadati trotoar Suryakencana.

Rofik Hidayat (35), pedagang Rujak Uleg Khas Bandung Mang Opik, menyatakan dirinya sudah sekitar 18 tahun lebih berjualan di kawasan Suryakencana. “Saya generasi kedua. Bapak saya sudah jualan terlebih dahulu sejak tahun 80-an. Saya kemudian meneruskan pada tahun 2000-an,” ungkap Rofik.

Pedagang yang biasa menjajakan dagangannya di seberang Toko Ngesti ini sangat bersyukur bisa mendapatkan tempat yang baru meski dirinya harus melakukan adaptasi lagi.

“Alhamdulillah ditempatkan di sini. Memang belum seramai seperti di Surken. Tapi, ke depannya Insya Allah bisa lebih ramai. Sekarang adaptasi lagi dari awal. Langganan dikasih-tahu kalau pindah ke sini,” ungkapnya.

Baca juga  Berlaku 1 April, Bima Minta Aparat Wilayah Jadi Ujung Tombak Sosialisasi SSA

Biasanya, saat berjualan di Jalan Suryakencana dirinya bisa menjual 40-50 porsi per hari. “Dua hari semenjak pindah sudah ada prospek yang bagus. Alhamdulillah hari ini jual 20 porsi. Memang masih di bawah dari tempat sebelumnya. Tapi kita ikuti saja apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Kami yakin ini yang terbaik untuk semua,” terang Rofik.

Rofik pun menyebut sejumlah keuntungan direlokasi ke tempat baru di Gedung Plaza Bogor. “Ya kalau di sini enak, nyaman. Positifnya kalau di sini enaknya hujan tidak kehujanan, panas tidak kepanasan. Enaknya begitu. Semoga konsumen juga mau ke sini karena lebih nyaman. Tapi kami juga minta agar akses untuk konsumen dipermudah ke sininya. Sosialisasi juga harus terus dilakukan,” tandasnya.

Pedagang lain, Nori (23), mengaku akan tetap menjalani berjualan di tempat baru demi kepentingan bersama. “Ini usaha keluarga. Sudah 20 tahun berjualan. Dengan tempat baru, kita jalani dulu. Memang lebih nyaman. Tapi belum banyak yang tahu kita pindah ke sini. Yang beli juga sudah mulai ada,” ungkap Nori, pedagang Es Dawet Ayu. [] Admin/Humpro Kota Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *